FENOMENA ALAM : Begini Penjelasan tentang Fenomena Equinox

Peta cuaca 31 Januari 2017. (Maritim.bmkg.go.id)
18 Maret 2017 13:30 WIB Redaksi Solopos Teknologi Share :

Fenomena alam equinox akan terjadi di Indonesia pada 21 Maret mendatang.

Solopos.com, SOLO – Indonesia akan mengalami http://solopos.com/?p=702285">fenomena alam equinox pada 21 Maret mendatang. Peristiwa ini akan berdampak pada peningkatan suhu udara.

Menurut perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun yakni pada 21 Maret dan 23 September.

Fenomena Equinox disebut-sebut akan menghampiri Indonesia pada 21 Maret dan membuat penduduknya merasakan suhu mencapai 40 derajat Celsius. Namun apa sebenarnya fenomena Equinox? Equinox adalah salah satu fenomena astronomi, di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan hanya terjadi dua kali dalam satu tahun.

Peristiwa ini juga tidak selalu mengakibatkan peningkatan panas yang luar biasa. Hal itu disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Fatmawati Bengkulu, Haris Syahid Hakim.

Menurut dia, Equinox merupakan fenomena biasa dan bukan hal baru. Peristiwa ini sama dengan pasang surut air laut yang setiap tahun terjadi.

"Saat fenomena equinox ini berlangsung, di luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Keberadaan fenomena equinox tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis dengan rata-rata maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat Celcius.

BMKG sebelumnya memastikan fenomena equinox yaitu matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa akan melintasi tiga daerah di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Fenomena ini terjadi pada 20 hingga 21 Maret dan 23 September 2017, melintasi beberapa provinsi di wilayah Indonesia mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara.