Prinsip Agama Jadi Alasan Chocolicious Indonesia Tolak Tuliskan Selamat Natal

Produk Chocolicious Indonesia (Instagram)
25 Desember 2017 19:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Teknologi Share :

Toko kue asal Makassar viral karena menolak tuliskan ucapan Selamat Natal

Solopos.com, MAKASSAR – Kontroversi ucapan Selamat Natal kembali terjadi di momen perayaan Natal 2017. Toko kue di Makassar, Chocolicious menjadi gunjingan warganet karena menolak menuliskan ucapan Selamat Natal di kue pesanan pelanggan.

Cerita klasik yang hampir selalu viral di momen-momen perayaan Natal itu berawal dari komplain terbuka pengguna akun Facebook Lanny Serestyen-Fransiska. Pengguna akun tersebut kecewa karena permintaannya untuk dituliskan ucapan Selamat Natal ditolak oleh pihak Chocolicious yang beralamat di jalan A.P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi tersebut sontak viral di media sosial (medsos) dan memunculkan beragam respons. Ada yang marah-marah, ada yang menganggap sikap Chocolicius membatasi omzet, hingga komentar sindiran terhadap Choholicious.

“Masih ada yang begini ya? Bangke, sampai kue Natal pun jadi korban!” cuit @P3nj3l4j4h.

“Sadis banget ini, coba intansi terkait bagaimana ini?” cuit @tere_one34.

“Gue bantu Up deh, biar makin laris usahanya,” cuit @sugi_0706.

Karena viralnya obrolan terkait penolakan Chocolicious menuliskan ucapan Selamat Natal, akhirnya pihak pengusaha kue tersebut memberikan konfirmasi resmi melalui media sosial, Sabtu (23/12/2017). Dalam konfirmasinya di Instagram @chocoliciousindonesia dan fanpage Facebook Chocolicious Indonesia, diungkap penolakan dilakukan karena itu menjadi prinsip agama yang dipeluk pemilik usaha. Chocolicious Indonesia meminta maaf dan berharap ada rasa saling menghormati dan menghargaai prinsip.

Di akhir konfirmasi Chocolicious Indonesia menegaskan tetap menyediakan kartu ucapan dan papan cokelat di setiap pesanan. Hanya saja konsumen diminta mengisi ucapannya secara mandiri.

“Dengan segala kerendahan hati dan segala hormat. Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami dari Chocolicious Indonesia belum bisa memberikan atau menyediakan tulisan ucapan selamat Natal dan semisalnya.

Bukan berarti kami tidak menghargai agama mas/mba. Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami. Sekali lagi kami mohon maaf dari hati kami yang paling tulus dan rasa saling menghormati dan menghargai sebagai anak bangsa Indonesia.

Kami tetap menyediakan kartu ucapan dan papan cokelat sebagai kelengkapan pesanan mas/mba. Silakan diberikan ucapan sendiri. Sekali lagi, kami mohon perkenaannya,” tulis pihak Chocolicious Indonesia.

Di Facebook, ucapan tersebut viral. Hingga Senin (25/12/2017) konfirmasi Chocolicious Indonesia sudah dibagikan lebih dari 2.700 kali dan diramaikan lebih dari 5.900 komentar.