Januari 2018, Kominfo Blokir 169 Situs LGBT

17 Januari 2018 19:45 WIB Teknologi Share :

Selama Januari 2018, Kominfo telah memblokir 169 situs LGBT.

Solopos.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan penanganan konten negatif di Internet, termasuk kegiatan yang melanggar juga yang memberikan dukungan terhadap pelanggaran nilai dan norma sosial budaya.

Kementerian Kominfo, Senin (15/1/2018), melakukan beberapa tindakan, yakni mengirimkan permintaan kepada Google untuk melakukan takedown (penghentian) 73 aplikasi berkenaan dengan LGBT dari Google Play Store, melakukan pemblokiran 15 DNS dari 15 Aplikasi LGBT yang ada pada Google Play Store, dan mengajukan kepada Facebook terhadap 1 grup LGBT yang meresahkan masyarakat untuk dilakukan suspend. Baca juga: http://solopos.com/?p=875732">Mau Bikin Satelit, Kemenkominfo Minta Tambahan Rp5 Triliun

Selama Januari 2018 sebagaimana dilansir Kominfo.go.id, Rabu (17/1/2018), dari hasil penelusuran dan pengaduan masyarakat sejumlah 169 situs LGBT yang bermuatan asusila dilakukan pemblokiran. Disamping itu, juga terdapat 72.407 konten asusila pornografi telah dilakukan penanganan dalam kurun Januari 2018.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan aplikasi apapun yang tidak sesuai dengan norma sosial budaya bermasyarakat di Indonesia. Pelaku asusila di Cianjur, berdasarkan laporan kepolisian, menggunakan aplikasi pesan khusus yang kerap diakses dengan VPN (jalur koneksi pribadi), IP anonymizer (penyembunyi alamat Internet protocol), situs proxy serta cara-cara lain. Baca juga: http://solopos.com/?p=868949">Menkominfo Janjikan Internet Berkecepatan Tinggi Sebelum 2024

Dalam suasana formal maupun informal, Kementerian Kominfo terus berkoordinasi dengan perwakilan Facebook, Google, Twitter, Telegram, Line, BBM, Bigo Live, Live Me, Metube, dan lainnya dalam mencegah persebaran dan multiplikasi konten negatif.

Tokopedia