Ilmuwan Uji Coba Pendeteksi Alien untuk Planet Mars

20 Januari 2018 23:30 WIB Teknologi Share :

Instrumen yang dirancang untuk menemukan makhluk alien di dunia lain tersebut, mencari biosignatures, yang hanya merupakan bukti keberadaan kehidupan.

Solopos.com, WASHINGTON – Para peneliti menguji keefektifan teknik baru untuk mendeteksi keberadaan kehidupan, dalam bentuk mikroorganisme mungil di Arktik Kanada. Wilayah ini merupakan salah satu analog terdekat dengan Mars di Bumi.

Metode ini suatu hari dapat membantu astronot mengidentifikasi kehidupan asing atau alien yang mungkin ada di Mars, bahkan di dunia lain di Tata Surya.

"Pencarian suatu kehidupan adalah fokus utama dari eksplorasi planet, tetapi belum ada instrumentasi pendeteksi kehidupan langsung sejak 70’an, selama misi Viking ke Mars. Kami ingin menunjukkan bukti-konsep bahwa kehidupan mikroba dapat langsung dideteksi dan diidentifikasi dengan alat yang sangat portabel, ringan, dan berenergi rendah," kata Jacqueline Goordial, seorang penulis sebuah penelitian baru yang terbit di jurnal Frontiers in Microbiology.

Saat ini, instrumen yang dirancang untuk menemukan makhluk alien di dunia lain tersebut, mencari biosignatures, yang hanya merupakan bukti keberadaan kehidupan. Instrumen ini cenderung relatif besar, berat, dan butuh energi besar, sehingga tidak cocok untuk misi ke wilayah seperti Europa dan Enceladus – bulan Jupiter dan Saturnus – yang merupakan target utama untuk eksplorasi lebih lanjut.

Sehubungan dengan hal ini, Goordial dan rekan dari Universitas McGill meneliti kelayakan penggunaan beberapa instrumen kecil untuk mendeteksi dan menganalisis kehidupan. Mereka menggunakan teknologi yang murah dan ringan dengan cara baru.

Dari penelitian tersebut kemudian menghasilkan ‘platform pendeteksi kehidupan’ unik yang mampu menganalisis sampel tanah untuk mengetahui tanda-tanda aktivitas biologis. Metode tim tersebut diuji di Arktik Kanada karena harus mampu berfungsi dalam keadaan yang sangat dingin.

"Mars adalah planet yang sangat dingin dan kering, dengan medan permafrost yang sangat mirip dengan Arktik tinggi di Kanada. Oleh karena itu, kami memilih sebuah daerah berjarak sekira 900 kilometer dari Kutub Utara sebagai analog Mars, untuk mengambil sampel dan menguji metode kami," kata Goordial.

Para peneliti menemukan bahwa teknologi mereka tidak hanya dapat berfungsi di lingkungan yang kasar, tetapi secara efektif juga dapat mendeteksi kehidupan mikroba di lapangan, dan mengisolasi organisme yang belum pernah dibiakkan sebelumnya. Namun, platform tersebut belum bisa dimasukkan ke dalam misi luar angkasa.

"Manusia diharuskan melakukan sebagian besar eksperimen dalam penelitian ini, sementara misi mendeteksi kehidupan di planet lain perlu dilakukan secara robotik,” ujar Goordial, dikutip dari International Business Times.

Tokopedia