Travel Frog, Game Asal Jepang yang Lagi Ngehits di China

24 Januari 2018 10:45 WIB Teknologi Share :

Permainan ini menampilkan katak yang dibutuhkan pemain untuk melakukan perjalanan.

Solopos.com, BEIJING – Sebuah permainan ponsel asal Jepang bernama Travel Frog sedang ngehits di China dengan jutaan akun pengunduh.

Travel Frog, yang dikembangkan oleh perusahaan game Jepang Hit-Point Co., Ltd., telah menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di bagian permainan simulasi di toko Apple. Tips memainkannya bahkan melejit ke daftar pencarian terpopuler di Sina Weibo, platform media sosial Twitter milik China.

Dilansir Xinhua, Rabu (24/1/2018), permainan ini menampilkan katak yang dibutuhkan pemain untuk melakukan perjalanan. Jika pemain mempersiapkan katak dengan baik, ia akan kembali dengan hadiah untuk pemain.

Dengan menggunakan tanaman semanggi yang Anda kembangkan atau kumpulkan sebagai mata uang dalam permainan, pemain dapat membeli makanan dan barang yang diperlukan untuk melengkapi perjalanan sang katak.

Meskipun katak dalam perjalanan, ia bisa mengirim sebuah pesan dari tempatnya berada. Saat pulang, katak bisa membawa kembali makanan lezat setempat.

Pemain sebenarnya memainkan peran terbatas dalam game ini, apalagi dengan tidak menyiapkan makanan dan harus sabar menunggu katak mereka untuk memulai perjalanan atau pulang ke rumah.

"Meski yang bisa saya lakukan terbatas, permainan ini membuat saya merasakan ketenangan," kata Yang Pei, seorang pekerja yang berbasis di Beijing.

Game ini dikatakan mencerminkan gaya hidup Buddhis dan semangatnya "apapun jadinya, jadilah," karena tidak ditentukan kapan Anda melihat katak tersebut telah kembali ke rumah, saat Anda membuka aplikasi.

Banyak pemain mengatakan permainan tersebut membuat mereka merasa seperti orang tua yang menunggu anak-anak mereka pulang ke rumah, dan itu sangat menyenangkan tanpa terlalu banyak komitmen.

"Saya ingin membuka aplikasi ini, berharap katak saya pulang ke rumah. Ini adalah sesuatu seperti seorang ibu yang dengan cemas menunggu anaknya," kata Zhao Wenqi, seorang mahasiswa dari Universitas Komunikasi China.