Penjelasan Lapan tentang Super Blue Blood Moon

26 Januari 2018 09:00 WIB Teknologi Share :

Super Blue Blood Moon akan terjadi pada 31 Januari 2018.

Solopos.com, SOLO – Masyarakat Indonesia bersiap menyambut gerhana Bulan total atau yang disebut super blue blood moon pada pukul 19.52 WIB-21.08 WIB pada 31 Januari 2018

Menurut Profesor Riset Astronomi-Antrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, proses gerhana bulan total dimulai pukul 18.48 WIB, lalu proses tersebut akan berakhir pada pukul 22.11 WIB.? Menurutnya, pada saat proses gerhana bulan total terjadi, sisi bumi bagian timur perlahan akan gelap tertutup oleh bayangan Bumi terhadap Bulan.

"Kemudian pukul 19.52 WIB - 21.08 WIB, Bulan akan menjadi gelap dan kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti Bulan. Warna merah ini disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfir Bumi," jelas Thomas, Kamis (25/1/2018).

Menurutnya, gerhana bulan total tersebut banyak menarik perhatian dari publik, karena memiliki beragam nama seperti supermoon, blue moon, dan blood moon?, namun setiap nama tersebut memiliki arti yang berbeda. Dia menjelaskan nama supermoon merupakan nama pada saat bulan memiliki jarak yang cukup dekat dengan Bumi, sehingga purnama dan gerhana tampak lebih besar dari biasanya.

Kemudian blue moon disebut karena bulan tersebut merupakan purnama kedua pada bulan Januari setelah 1 Januari tahun lalu. Lalu untuk nama blood moon terjadi akibat gerhana bulan total sehingga bulan terlihat seperti merah darah.

"Jadi gerhana bulan pada 31 Januari ini boleh disebut sebagai super blue blood moon," katanya.