Peternak Ini Ciptakan Musik Elektronik dari Koloni Lebah

01 Februari 2018 06:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Teknologi Share :

Peternak asal London, Bioni Samp, membuat alat khusus untuk merekam suara lebah.

Solopos.com, LONDON -- Terobosan unik dilakukan oleh peternak lebah sekaligus musisi asal Inggris, Bioni Samp. Pria asal London itu membuat musik elektronik dari suara lebah-lebah peliharaannya.

Dilansir Odditycenrtral, Jumat (26/1/2018), untuk menciptakan musiknya, Bioni merekam frekuensi suara yang dihasilkan lebah. Bioni merekam suara yang muncul saat ratu lebah berkomunikasi dengan koloninya. Untuk mewujudkan musiknya, Bioni mengembangkan alat khusus yang ia sebut Hive Synthesiser.

Alat tersebut ia kembangkan selama kurang lebih 10 tahun mulai 2006 hingga 2016. Hive Synthesiser dibuat dari komponen-komponen bekas yang mampu mengemulasi suara yang dihasilkan lebah. Bioni mengklaim alat buatannya itu juga memerlukan madu sebagai resistor.

Selain bermusik, Bioni menggunakan karya-karyanya untuk mengkampanyekan bahaya apabila lebah punah. Bioni mengedukasi penontonnya dengan fenomena Colony Collapse Disorder (CDC) yang menurut Bioni telah menghancurkan jutaan koloni lebah sejak 2006. Bioni juga mengampanyekan bahaya penggunaan pestisida terhadap kelangsungan hidup koloni lebah.

Selain menggunakan alat buatannya, Bioni juga memanfaatkan ilmu angka untuk membuat musik dari lebah. “Kamu bisa menggunakan ilmu angka untuk membuat musik. Saya mengamati jeda waktu ratu lebah bertelur, saya memasukkan angka-angka tersebut untuk membuat musik,” jelas Bioni.

Melalui karya-karyanya, Bioni kerap diundang ke festiva-festival atau pameran yang memberi perhatian lebih tentang lingkungan. Pada 2016, Bioni dibuatkan film pendek dokumenter oleh BBC London. Film dokumenter berjudul The Resistance of Honey itu berlaga di beberapa festival film.

()