Xiaomi Masuk 5 Besar Produsen Smartphone Terbesar Dunia

04 Februari 2018 17:45 WIB Teknologi Share :

Xiaomi termasuk dalam lima besar produsen smartphone terbesar di dunia.

Solopos.com, SOLO – Perusahaan Tiongkok, Xiaomi, masuk dalam jajaran produsen smartphone terbesar di dunia. Prestasi membanggakan tersebut diraih Xiaomi setelah menggeser Vivo.

Diwartakan Suara.com dari Reuters, Jumat (2/2/2018), Xiaomi menduduki peringkat kelima produsen ponsel terbesar dunia pada 2017. Xiaomi berhasil menjual sekitar 92,4 juta unit ponsel, naik 74,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Baca juga: http://solopos.com/?p=886710">Xiaomi Mi 7 Pakai Prosesor Mutakhir Snapdragon 845

Samsung masih berada di puncak, disusul Apple dengan Iphone-nya, lalu Huawei, dan Oppo di urutan keempat.

Pasar smartphone global di 2017 berhasil dimenangkan oleh lima merek di atas, sementara penjualan merek-merek lainnya turun 11,7 persen akibat persaingan yang ketat.

Xiaomi memang tampil paling gemilang tahun lalu, karena berhasil menyediakan ponsel-ponsel pintar inovatif tetapi dengan harga terjangkau. Salah satu kesuksesan Xiaomi adalah berhasil menggeser Samsung sebagai merek paling laris di India, salah satu pasar ponsel pintar terbesar di dunia. Baca juga: http://solopos.com/?p=886064">Desain Serba Baru, Xiaomi Mi Max Rilis Juni 2018

Volume penjualan smartphone pada 2017, menurut perusahaan analis pasar teknologi global IDC, turun 0,1 persen menjadi 1,47 miliar unit. Sementara menurut Strategy Analitics, pasar smartphone dunia naik 1 persen pada tahun lalu.

Pasar ponsel pada triwulan terakhir 2017, terang IDC, mengalami penurunan sebesar 6,3 persen dibandingkan dengan kuartal terakhir 2016 lalu. Penurunan ini disebabkan karena para pengguna ponsel pintar di Tiongkok dan AS -pasar ponsel terbesar dan terbesar ketiga di dunia- enggan mengganti gawai mereka dengan yang lebih canggih. Baca juga: http://solopos.com/?p=885715">Perbaikan Bug Selesai, Xiaomi Mi A1 Bakal Dirilis Ulang

Sementara menurut Strategy Analytics, pasar ponsel pintar di triwulan terakhir tahun lalu mengalami penurunan sebesar 9 persen ketimbang periode yang sama pada 2016 lalu.

Tokopedia