Twitter Larang Pemakaian Bot

23 Februari 2018 01:10 WIB Teknologi Share :

Bot Twitter dinilai telah menyebarkan propaganda sebelum pemilihan umum presiden di Amerika Serikat pada 2016 berlangsung.

Solopos.com, JAKARTA – Informasi atau berita palsu hingga saat ini masih marak beredar di media sosial. Mengatasi hal tersebut, Twitter kini mengambil keputusan baru dengan melarang akun yang melanggar ketentuannya.

Twitter mengatakan pihaknya tak akan lagi mengizinkan orang untuk untuk mengirim pesan yang sama dari banyak akun. Ini turut menjadi langkah Twitter untuk mencegah suatu tweet atau topik yang dinilai melanggar aturan menjadi viral.

Twitter juga mengatakan tak akan membiarkan pengguna menggunakan software untuk menyukai posting-an dari banyak akun atau me-retweetnya.

Sebagaimana diketahui, Facebook dan Twitter menghadapi banyak kecaman setelah berbagai informasi yang dinilai hoax beredar di platform-nya. Penyebaran tersebut turut dibantu dengan software yang dikenal sebagai bot.

Bot Twitter dinilai telah menyebarkan propaganda sebelum pemilihan umum presiden di Amerika Serikat pada 2016 berlangsung. Oleh karenanya, Twitter dan Facebook mengupayakan berbagai hal untuk mencegah hal tersebut kembali terjadi.

“Batasan baru di Twitter ditujukan untuk meningkatkan kualitas informasi. Perubahan ini merupakan langkah penting dalam memastikan kami tetap terlindung dari aktivitas berbahaya... ” kata Yoel Roth - tim kebijakan di Twitter dalam sebuah pernyataan.

Twitter memberikan batasan waktu kepada pengguna hingga 23 Maret untuk mematuhi aturan yang ia rilis hari ini. Jika aturan tersebut tak diindahkan, maka perusahaan akan melakukan suspend akun terkait.

Perusahaan sendiri memberikan pengecualian untuk bot yang bermanfaat bagi kepentingan orang banyak, misalnya peringatan bencana seperti gempa. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (22/2/2018).