Teleskop NASA Temukan Black Hole Terbesar Sepanjang Sejarah

27 Februari 2018 18:10 WIB Teknologi Share :

Black hole adalah benda langit yang paling misterius di alam semesta.

Solopos.com, WASHINGTON – Teleskop Chandra X-ray milik NASA telah membantu tim astrofisika internasional membuat penemuan di galaksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data baru yang berasal dari teleskop tersebut mengungkapkan bahwa galaksi yang berada sekira 3,5 miliar tahun dari Bumi kemungkinan menjadi lubang hitam (black hole) supermansive paling besar yang pernah ditemukan.

Dilansir Okezone mengutip dari IBtimes, Selasa (27/2/2018), sebagai bagian dari sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society , para peneliti menguji 72 galaksi yang berada di pusat kelompok paling terang. Menurutnya, black hole ”ultramassive” tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti tumbuh, namun justru semakin bertambah besar pada tingkat yang lebih cepat.

Black hole sendiri merupakan benda langit yang paling misterius di alam semesta. Ia memiliki tarikan gravitasi yang sangat kuat dan tidak dapat dilepaskan oleh materi atau cahaya apapun, karena ia menelan semua yang melewatinya.

Untuk menghitung massa Black hole yang terdeteksi di kelompok galaksi jauh, para peneliti pun menganalisis gelombang radio dan emisi sinar X-ray nya. Hasilnya cukup mengejutkan, massa Black hole supermassive sekira 10 miliar lebih besar dari Matahari.

Seorang rekan postdoctoral di Institue of Space Science in Spain, Marmezcua mengatakan telah menemukan Black hole yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Namun, tidak mengetahui apakah Black hole begitu besar karena memiliki awal yang baik atau memang kondisi tertentu yang menyebabkan Black hole tumbuh lebih cepat selama miliaran tahun.

Black hole supermassive mengandung kekuatan dekstrusif yang terkadang menyebabkan kerusakan pada galaksi. Menurut peneliti, sangat penting untuk mempelajari Black hole di kelompok galaksi yang jauh karena secara signifikan telah mempengaruhi lingkungan galaksi lainnya selama miliaran tahun.

Julie Hlvacek Larrondo, seorang professor di Department of Physics Universite de Montreal dan salah satu penulis utama studi tersebut mengatakan bahwa galaksi adalah blok bangunan alam semesta ini. Untuk memahami pembentukan dan evolusinya, para peneliti harus terlebih dahulu memahami Black hole ini.