Game Angry Birds Mulai Ditinggalkan Fans

08 Maret 2018 06:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Game Angry Birds yang sempay sukses besar mulai ditinggalkan penggemar.

Solopos.com, HELSINKI – Masih ingat game Angry Birds? Permainan besutan Rovio ini sangat populer pada 2014 sampai 2016 lalu. Permainan ini sangat digilai pengguna smartphone karena karakternya yang lucu dan menggemaskan.

Tapi, seiring berjalannya waktu game Angry Birds mulai ditinggalkan penggemar. Hadirnya berbagai game baru yang lebih seru menjadi salah satu penyebab game ini ditinggalkan. Hal ini membuat pihak Rovio terpaksa menutup kantor barunya di London, Inggris, yang baru setahun dibuka.

Dikutip dari Reuters, Rabu (7/3/2018), pihak Rovio mempekerjakan tujuh orang untuk mengurus kantor mereka di London. Sayangnya, para pegawai itu harus dirumahkan karena respons pasar yang buruk. Padahal, Rovio memiliki target mempekerjakan 20 orang dalam dua tahun.

"Mulai 1 Maret 2018, Rovio memutuskan untuk menutup kantor di London. Bisnis kami akan dipusatkan di Espoo, Finlandia, dan Stockholm, Swedia," demikian pernyataan resmi dari Rovio.

CEO Rovio, Kati Levoranta, menegaskan, keputusan itu diambil karena performa game Angry Bird yang buruk setahun terakhir. Hal ini membuat saham mereka turun drastis. Kondisi makin buruk karena Rovio kehilangan Kepala Unit Game mereka, Wilhelm Taht, yang menjabat selama dua tahun terakhir.

Semua masalah itu pada akhirnya membuat Kati Levoranta memilih menutup kantor cabang di London, Inggris. "Persiangan di pasar semakin ketat. Sementara performa kami menurun. Pada akhirnya, kami harus mengambil langkah tepat untuk menyelamatkan perusahaan," kata Kati Levoranta.

Seperti diketahui, game Angry Birds menguasai pasaran pada 2015 lalu. Game berjudul Angry Birds 2 yang dirilis 30 Juli 2015 itu telah diunduh puluhan juta kali oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Namun, pada 2017 lalu, hasil penjualan sejumlah game terbaru dari Angry Birds yang berjudul Angry Birds Match, Angry Birds Evolution, dan Battle Bay, tidak sesuai dengan harapan.

Tokopedia