AS dan Inggris Segera Panggil Mark Zuckerberg Terkait Skandal Facebook

22 Maret 2018 05:45 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Pemerintah AS dan Inggris segera memanggil Mark Zuckerberg terkait skandal kebocoran data pelanggan Facebook yang disalahgunakan Cambridge Analytica.

Solopos.com, SOLO – CEO Facebook, Mark Zuckerberg tengah menghadapi masalah yang cukup pelik. Dia mendapat panggilan untuk bersaksi di hadapan anggota parleman Amerika Serikat dan Inggris terkait dugaan skandal penyalahgunaan data pengguna oleh Cambridge Analytica.

Cambrige Analytica merupakan lembaga konsultan publik yang berbasis di London, Inggris. Lembaga ini disebut-sebut menggunakan informasi yang diperoleh secara ilegal dari 50 juta pengguna Facebook sejak 2014 silam. Informasi tersebut kemudian dipakai untuk kepentingan pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu.

Dikutip dari Reuters, Rabu (21/3/2018), pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki aktivitas Facebook terhadap akses data pribadi pengguna. Penyelidikan ini dilakukan untuk melihat apakah Facebook sengaja membocorkan data pelanggan kepada Cambrige Analytica.

Terkait hal tersebut, Ketua Komite Parlemen Inggris, Damian Collins, meminta Mark Zuckerberg memberikan bukti terkait koneksi Facebook dengan Cambridge Analytica. Pemerintah Inggris juga berniat memeriksa server dan sistem yang dipakai Cambride Analytica.

"Kami ingin melihat apakah Facebook benar-benar melindungi data pelanggan, atau malah membocorkannya untuk kepentingan tertentu. Itulah sebabnya kami akan memeriksa server Cambridge Analytica untuk mendapatkan jawabannya," kata salah salah Komisaris Informasi Inggris, Elizabeth Denham, seperti dilansir BBC.

Menanggapi hal tersebut, pihak Cambridhe Analytica mengatakan telah bekerja sama dengan Komisi Informasi Inggris dalam sejumlah hal, termasuk data Facebook. Sementara sampai saat ini, Mark Zuckerberg belum memberikan komentar resmi. Dia memilih bungkam sejak skandal ini mencuat akhir pekan lalu.