Garap Virtual Reality, Google Bakal Akusisi Lytro

24 Maret 2018 01:45 WIB Teknologi Share :

Alasan utama dari Google ingin membeli perusahaan tersebut dikarenakan mereka kini tengah serius dalam menggarap konten VR.

Solopos.com, SAN FRANCISCO – Google dikabarkan tengah melakukan pendekatan ke Lytro, terkait rencananya untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Google tertarik dengan perusahaan ini dikarenakan teknologi light-field milik mereka.

Dilansir 9to5google, Jumat (23/3/2018), seorang informan mengatakan perusahaan mesin pencari tersebut siap menggelontorkan uang sekira US$40 juta atau sekira Rp550 miliar. Penawaran ini termasuk dengan lini produksi serta 59 paten yang dimiliki oleh Lytro.

Sayangnya, dalam penawaran pertama ini, Lytro tampaknya akan menolak apa yang ditawarkan Google. Mereka menganggap, jumlah tersebut terlalu kecil jika dibandingkan apa yang akan didapatkan Google.

Alasan utama dari Google ingin membeli perusahaan tersebut dikarenakan mereka kini tengah serius dalam menggarap konten VR. Para peneliti di divisi VR Google kini sedang bereksperimen dengan bidang-bidang cahaya untuk lebih menangkap pemandangan.

Google saat ini menangkap bidang cahaya dengan rig Jump VR yang dimodifikasi, yang mengatur 16 kamera dalam busur vertikal dan bersandar pada platform yang berputar.

Namun, jika perusahaan anakan dari Alphabet tersebut berhasil mengakusisi Lytro, maka ambisi mereka untuk mendapatkan hasil gambar VR yang nyata akan semakin mudah untuk dicapai.

Sekedar informasi, Lytro pada 2011 berhasil menciptakan kamera yang memungkinkan untuk memfokuskan kembali setelah pengambilan gambar dengan menangkap warna, intensitas, dan arah sinar cahaya dengan setiap jepretan.

Kemudian pada 2015, mereka beralih ke video VR profesional dengan peralatan yang dapat menangkap "Volume Medan Ringan" atau "data dari semua arah di lokasi mana pun dalam volume tertentu". Ini memungkinkan untuk "pandangan maya yang dihasilkan dari titik mana pun, menghadap ke segala arah, dengan bidang pandang apa pun".

Tokopedia