Mozilla Akan Cabut Iklan di Facebook

24 Maret 2018 22:30 WIB Teknologi Share :

Mozilla dikabarkan akan mencabut iklan di Facebook.

Solopos.com, SOLO – Facebook tengah ditimpa masalah pelik. Data jutaan penggunanya bocor. Kepercayaan publik atas media sosial terpopuler dunia tersebut diragukan, Mozilla menjadi salah satunya.

Mozilla dikabarkan segera mencabut iklan mereka dari Facebook. Pihak Mozilla menyebutkan kasus membuat mereka kembali berpikir apakah beriklan di Facebook adalah pilihan yang aman bagi mereka. Mereka takut data perusahaan mereka ikut bocor ke pihak lain.

“Kejadian ini membuat kami harus melihat lebih dekat peraturan privasi Facebook. Meski banyak hal yang kami harus pelajari, namun kami paham jika pengaturan privasi Facebook meninggalkan akses terbuka ke banyak data. Oleh karena itu kami menghentikan iklan sementara waktu,” ujar perwakilan Mozilla di sebuah blog, seperti dikutip dari Okezone dari Engadget, Jumat (23/3/2018).

Baca juga:


Tetapi, Mozilla mengatakan masalah ini sudah beres dan Facebook ingin memperbaiki kebijakan mereka, maka tak menutup kemungkinan jika mereka akan kembali beriklan di Facebook.

"Kami mendorong Mark Zuckerberg berjanji meningkatkan pengaturan privasi dan membuat mereka lebih protektif. Kami akan kembali jika Facebook telah memperkuat pengaturan privasi mereka,” kata pihak Mozilla.

Ternyata, keputusan Mozilla diikuti oleh beberapa pihak lain. Salah satunya adalah Society of British Advertisers (ISBA). Namun, alih-alih langsung menarik iklan mereka, pihak ISBA ternyata memberikan tim Facebook waktu untuk menjelaskan duduk perkaranya.

“Kami ingin memahami ruang lingkup penyelidikan yang diumumkan Mark Zuckerberg kemarin," kata Phil Smith, direktur jenderal ISBA.

"Kami ingin jaminan bagi anggota kami bahwa itu akan sampai ke bagian bawah masalah dan implikasi untuk publik dan untuk pengiklan," lanjutnya.

Selain itu, beberapa perusahaan lain seperti Unilever dan P&G juga meminta hal yang sama. Jika kedua perusahaan tersebut menarik iklan mereka, maka Facebook akan rugi triliunan rupiah lebih.