Buka Data Pribadi Pengguna, Facebook Disindir Bos Telegram

28 Maret 2018 07:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

CEO Telegram menyindir Facebook yang mulai tidak dipercaya pelanggan.

Solopos.com, SOLO – Pencetus aplikasi media sosial Telegram, Pavel Durov, menyindir pesaingnya Facebook. Sindiran itu disampaikan setelah Telegram mendapatkan lebih dari 200 juta pengguna aktif. Hal ini disampaikan langsung oleh Pavel Durov melalui situs resmi perusahaannya.

"Pengguna aktif Telegram saat ini mencapai 200 juta orang. Ini angka yang cukup besar. Jika Telegram adalah negara, maka dia berada di posisi keenam di dunia," kata Pavel Durov dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Solopos.com dari Telegram, Selasa (27/3/2018).

Dikutip dari situs resmi Telegram, Selasa (27/3/2018), Pavel Durov mengatakan, pencapaian itu diraih tanpa promosi. Sebab, selama ini perusahaan yang dibentuknya tidak menggunakan iklan sebagai media promosi, melainkan pelangganlah yang menjadi marketing.

"Berbeda dari aplikasi lainnya, kami tidak memakai iklan. Kami juga tidak berkepentingan dengan pemasar. Kami tidak pernah membagikan data apapun kepada pihak ketiga sejak kali pertama diluncurkan pada 2013 silam," ungkapnya.

Pernyataan Pavel Durov inilah yang dianggap menyinggung Facebook. Sebab, belakangan ini Facebook tengah menghadapi masalah terkait penyalahgunaan data pelanggan. Masalah ini membuat Facebook mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Berbeda dengan Facebook, selama ini Telegram selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Salah satunya dengan membuat fitur berbeda dari kompetitor, seperti grup chat dengan banyak anggota, kanal yang tak terbatas, dan stiker gratis bagi pengguna.

Pavel Durov mengatakan, keamanan data pelanggan menjadi prioritas utama baginya. Pihaknya tidak akan pernah membuka data pribadi pelanggan dengan sengaja kepada pihak ketiga. "Kami tidak pernah membuka data pribadi pelanggan. Bagi kami, keamanan pelanggan merupakan prioritas utama," tegasnya.