Facebook Luncurkan Sistem Keamanan Baru

CEO Facebook, Mark Zuckerberg (Fortune.com)
01 April 2018 05:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Facebook meluncurkan sistem keamanan baru untuk pelanggan.

Solopos.com, SOLO – Skandal penyalahgunaan data pelanggan yang dilakukan Facebook terus menjadi buah bibir. Perusahaan media sosial terpopuler ini pun mendapatkan berbagai kritik sekaligus kecaman dari banyak pihak terkait kasus tersebut.

Sejak kasus itu mencuat, banyak orang yang memilih menutup akun Facebook. Mereka khawatir data pribadi yang ada di platform tersebut akan disalahgunakan seperti pada kasus antara Facebook dan lembaga penelitian Cambridge Analytica.

Facebook langsung mengambil tindakan untuk mengatasi keresahan pelanggan. Mereka menerapkan sistem keamanan terbaru yang diklaim akan membuat pelanggan lebih nyaman dalam menggunakan Facebook. Mereka juga berjanji tidak akan membantu pihak ketiga yang mungkin merugikan pelanggan.

"Selama enam bulan ke depan, kami akan meningkatkan keamanan pengguna. Kami tidak akan memberikan informasi apapun kepada pihak ketiga yang mungkin merugikan pelanggan. Kami berharap cara ini akan membuat pelanggan merasa lebih aman sekaligus mengembalikan kepercayaan mereka," demikian pernyataan resmi dari perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg seperti dikutip dari Times, Sabtu (31/3/2018).

Baru-baru ini, Facebook mengumumkan menu baru untuk meningkatkan keamanan pengguna yang diberi nama prviacy shortcut. Menu ini berfungsi membantu pengguna mengetahui data apa saja yang dimiliki Facebook. Pengguna juga bisa menghapus informasi pribadi yang tidak ingin dibagikan.

Sebagai informasi, Facebbok mulai mengembangkan sistem pengaturan terpusat pada 2017 lalu. Namun, skandal Cambridge Analytica membuat pekerjaan rumah Facebook bertambah. Mereka harus memperbaiki layanan untuk mengambalikan kepercayaan pelanggan.

"Beberapa pekan terakhir, pekerjaan kami sangat banyak. Kami harus memperbaiki layanan dan mengembalikan kepercayaan pelanggan. Kami sudah menerima semua keluhan yang meminta peningkatakan pengaturan privasi. Jangan khawatir, kami akan memperbaikinya secara bertahap," kata Erin Egan, Chief Privacy Officer Facebook, seperti dikutip dari New York Times.