GOOGLE DOODLE: Maya Angelou Mendunia Melalui Tulisan & Puisi

Google Doodle Maya Angelou (capture)
04 April 2018 14:30 WIB Muhammad Rizal Fikri Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Google doodle hari ini menampilkan wajah perempuan kulit hitam yang dikenal sebagai Maya Angelou. Ia adalah penulis, penyair, dan seorang aktivis yang selalu membawa pesan-pesan kesetaraan melalui karya-karyanya. Tujuh autobiografinya menjadi karya fenomenal yang membahas mulai dari anti-kekerasan seksual hingga kesetaraan hak.

Maya Angelou lahir di Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat pada 4 April 1928. Nama aslinya adalah Marguerite Annie Johnson.Tulisan dan karya-karya Maya terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri. Maya dan kakaknya Bailey Jr. harus hidup berpindah-pindah dengan ibu atau neneknya setelah orang tuanya bercerai. Pengalaman pahit dialami Maya saat tinggal bersama ibunya, pacar sang ibu melakukan pelecehan seksual dan memperkosa Maya yang kala itu baru berusia delapan tahun.

Kasus pelecehan itu terbongkar, pelakunya ditahan namun hanya dengan hukuman ringan. Tak lama setelah sang pelaku bebas, ia dibunuh oleh orang tak dikenal. Di situ Maya merasa bersalah. Ia menganggap kata-katanya sangat kuat sampai bisa membunuh pria dewasa. Alhasil Maya tak mau bicara hingga lima tahun.
Selama masa-masa diamnya itu Maya membangun kecintaan terhadap buku. Dengan bantuan seorang guru, Maya mulai mengenal penulis populer seperti William Shakespeare, Chalres Dickens, Edgar Allan Poe, dan lain-lain.

Sebelum aktif menulis, Maya menjalani berbagai profesi. Selepas lulus sekolah setara SMA, Maya pernah menjadi konduktor kereta tram. Ia pernah menjadi penari profesional di sebuah klub malam, sesekali bermain opera drama. Pada 1959 ia bertemu dengan penulis John Oliver Killens, saat itulah Maya mulai berkenalan dengan penulis arfika-amerika. Saat itu juga masa-masa di mana Maya mulai dekat dengan aktivitas sosial memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam.

Pada 1961 Maya pindah ke Kairo, Mesir bersama putranya Guy Johnson. Ia sempat menjadi editor koran The Arab Observer. Petualangannya di Afrika tak hanya di Mesir, ia semapt beberapa tahun tinggal di Ghana, kuliah dan menjadi editor di beberapa surat kabar lokal.

Dekat dengan Martin Luther King Jr., Maya mulai lebih sering aktif di kegiatan sosial. Dia bahkan membuat sepuluh episode acara televisi yang mengungkapkan hubungan musik blues dengan warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Autobiografi pertama Maya Angelou adalah I Know Why The Caged Bird Sings rilis 1969. Buku ini mengisahkan masa kecil Maya dan kekerasan seksual yang ia alami. Melalui buku tersebut Maya dikenal dunia. Pesan-pesannya mengenai anti-kekerasan seksual menginspirasi banyak pihak. Semasa hidupnya Maya menerbitkan tujuh autobiografi yang paling baru terbit 2013 berjudul Mom & Me & Mom.

Selain menulis autobiografi, Maya juga dikenal sebagai penyair andal. Puisi-puisinya disebut sebagai lagu kebangsaan keturunan Afrika-Amerika. Salah satu buku puisi karyanya adalan And Still I Rise yang terbit 1978. Maya Angelou meninggal pada 28 Mei 2014. Dia ditemukan perawatnya meninggal dunia di kamar tidurnya.