STARTUP KITA: 4 Bakal Punah & 4 Pekerjaan Baru di Era Milenial

Anak anak Wirogunan mengakses internet melalui Mobil Internet dan Perpustakaan Keliling (Monika) di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (14/01 - 2018). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
04 April 2018 22:15 WIB Rini Yustiningsih Teknologi Share :

#StartupKita merupakan hasil kerja sama Solopos.com dengan Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. IDSF Solo merupakan komunitas yang beranggotakan pegiat start up di wilayah Soloraya.

Solopos.com, SOLO -- Saat ini kita memasuki era yang disebut milenial. Perkembangan teknologi dan informasi sangat pesat. Hal ini mengakibatkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Menariknya perubahan tidak lagi terjadi secara linier, melainkan eksponensial (pesat).

Sebagai contoh bila dulu rumah di seluruh dunia belum dilengkapi teknologi informasi mobile, artinya dibutuhkan waktu 38 tahun bagi radio untuk memiliki 50 juta pengguna. Kini hanya butuh waktu tiga tahun untuk internet, setahun untuk Facebook dan sembilan bulan bagi Twitter untuk mencapainya.

Fenomena diatas disebut dengan digital disruption. Menurut pakar marketing, Rhenald Kasali, digital disruption merupakan perubahan yang timbul karena teknologi yang berimbas pada naik-turunnya nilai bisnis dari sebuah jasa atau barang yang telah ada.

Proses digital disruption mengakibatkan banyak pekerjaan-pekerjaan yang hilang atau sudah tidak relevan dan berakibat pada pekerjaan baru yang muncul. Sebagai contoh dahulu kereta kuda digunakan sebagai alat transportasi namun kemudian digantikan oleh mobil, dahulu orang harus membeli koran untuk membaca berita, namun sekarang dengan mudahnya membaca berita melalui gadget miliknya. Atau ketika taksi konvensional yang menjadi tidak relevan lagi karena hadirnya taksi online.

Dalam contoh-contoh perubahan tersebut, pekerjaan seperti kusir kereta kuda, industri bengkel kereta menjadi tidak relevan lagi. Namun perubahan tersebut juga membawa kesempatan-kesempatan baru karena berkembangnya industri otomotif.

Menurut studi dari Konsultan Manajemen Multinasional McKinsey pada tahun 2015, ada beberapa pekerjaan yang akan hilang akibat dari perkembangan teknologi. Inilah empat pekerjaan yang bakal punah di masa mendatang:

Teller Bank 

Peran dari pekerjaan ini sudah mulai digantikan oleh anjungan tunai mandiri (ATM). Melalui ATM nasabah dapat melakukan transfer dana, mengambil uang tunai dan melakukan berbagai transaksi.

Ditambah lagi dengan hadirnya startup bidang financial technology (fintech) mengancam pekerjaan yang ada pada industri perbankan. Kini orang tidak perlu lagi datang dan antre di bank untuk sekadar membuat rekening, menabung atau melakukan transaksi.

Dengan Gopay, Jenius dan produk dari beberapa startup fintech, kini orang tidak perlu lagi datang ke bank untuk sekadar melakukan transaksi. Bahkan bos Microsoft Bill Gates pernah berkata “Banking is necessary, banks are not”.

Customer Service 

Pekerjaan ini juga kemungkinan digantikan oleh kecerdasan buatan. Kini sudah hadir layanan chatbot yang bisa menjawab berbagai pertanyaan konsumen sebuah perusahaan. Harganyapun murah, dengan memakai chatbot perusahaan jauh lebih efisien dari pada harus membayar upah tenaga kerja.

Kasir

Banyak toko-toko besar di Amerika yang telah menggunakan mesin khusus untuk layanan mandiri para pembeli. Dengan mesin ini pembeli dapat memindai dan melakukan pembayaran secara mandiri.

Pramuniaga 

Upah tenaga kerja yang semakin tinggi mengakibatkan perusahaan mencari cara untuk melakukan efisiensi. Selain itu trend self service juga diprediksi akan mengurangi jumlah pekerjaan ini.

Disisi lain, teknologi juga memunculkan pekerjaan-pekerjaaan baru. Empat pekerjaan-pekerjaan baru itu antara lain:

Social Media Influencer

Dengan teknologi, kini orang tidak perlu lagi mengikuti casting untuk menjadi superstar. Cukup melalui sosial media seseorang bisa menjadi publik figur dan mendapatkan penghasilan dengan menjadi social media influncer. Dari sinilah muncul sebutan selebgram, vloger, youtuber.

Data Science

Salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan di masa depan ialah data science karena hampir seluruh jenis industri di dunia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Dengan data, perusahaan bisa mendapatkan banyak wawasan seperti bagaimana mengoptimalkan penjualan, bagaimana meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan masih banyak yang lainnya.

Pengembang Aplikasi

Seiring perkembangan gaya hidup digital, kebutuhan perusahaan untuk menciptakan sebuah aplikasi kian meningkat. Tentu saja banyak perusahaan mencari talent terbaik pada bidang ini.

Digital Marketer

Semakin meningkatnya penggunaan internet menjadikan internet sebagai salah satu platform penting dalam pemasaran produk. Kini banyak perusahaan yang mencari talent terbaik pada bidang ini untuk menjangkau lebih banyak konsumen mereka.

Kini tantangan pekerjaan di era digital di depan mana, tinggal bagaimana kita akan menyikapinya. Selamat berkarya!

Ditulis oleh: Bagas Utomo Putro Pengurus IDSF Chapter Solo. Pengelola startup Teman Belajar (teman-belajar.com) Beralamat email di bagas@teman-belajar.com