Kebocoran Data Facebook Capai 87 Juta Pengguna

Ilustrasi Facebook. (Istimewa)
06 April 2018 05:10 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, SAN FRANCISCO - Facebook baru-baru ini menemukan fakta baru terhadap kasus kebocoran data yang terjadi di platfom media sosial mereka. Ternyata, jumlah data yang telah diambil oleh Cambridge Analictica melebihi apa yang mereka perkirakan saat ini, yakni sekira 50 juta pengguna.

Dalam sebuah pernyataan resmi, CTO Facebook Mike Schroepfer mengungkapkan jika data yang telah dibobol mencapai 87 juta pengguna. Sebagian besar dari korbannya datang dari Amerika, dan sisanya datang dari beberapa negara lain.

Berbagai upaya kini tengah dilakukan oleh Facebook guna meningkatkan keamanan dan mengembalikan kepercayaan pengguna, seperti mempermudah pengguna mengakses pengaturan privasi. Sayangnya, hal tersebut tidaklah cukup.

Kini, mereka mencoba untuk membatasi akses dengan cara berbeda. Salah satunya adalah menghapus log percakapan yang sudah berusia satu tahun atau lebih.

"Kami telah meninjau fitur ini untuk mengonfirmasi bahwa Facebook tidak mengumpulkan konten pesan dan akan menghapus semua log yang lebih lama dari satu tahun," ujar Schroepfer seperti dikutip dari laman Engadget, Kamis (5/4/2018).

Selain itu, media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut juga akan menonaktifkan kemampuan mencari pengguna menggunakan alamat email atau nomer telepon. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencarian informasi menggunakan kedua data terebut.

Selain itu, mereka juga melakukan perubahan API pihak ketiga pengembang aplikasi Facebook. Kini mereka tidak boleh mengakses daftar undangan atau kiriman dinding. Hal ini dilakukan untuk melindungi data yang tidak ingin diintip oleh para pengguna.

Terakhir, Facebook juga melakukan login pada minggu lalu. Kini Facebook lebih ketat dalam memeriksa aplikasi yang meminta login, check-in, Like, foto, postingan, video, acara, dan grup. Hal ini terkait dengan informasi pribadi yang dimiliki oleh para penggunanya.

Tentu saja, mereka juga akan memberi tahu apakah pengguna mereka adalah salah satu dari 87 juta korban kebocoran data yang terjadi di media sosial tersebut. Dengan melakukan hal ini, pihak Facebook berharap dapat mengamankan data para penggunanya, serta meningkatkan kembali kepercayaan para penggunanya.

Tokopedia