Lagi, Mark Zuckerberg Dituntut Lepaskan Jabatan di Facebook

Mark Zuckerberg. (Istimewa - 9to5Mac)
11 April 2018 00:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf Teknologi Share :

Solopos.com, NEW YORK - Satu kelompok aktivis investor meminta Mark Zuckerberg untuk mundur menyusul rencana CEO Facebook tersebut untuk bersaksi di sidang Dewan Komite Energi dan Perdagangan.

"Kesaksian Mark Zuckerberg menyoroti fakta sederhana: Dia tidak mengerti bagaimana menjalankan perusahaan besar, global dan dimiliki publik," kata CEO Open MIC Michael Connor dilansir The Verge, Senin (9/4/2018). "Dia saat ini memiliki dua jabatan di Facebook - CEO dan Ketua Dewan. Sudah waktunya bagi dia untuk menyerahkan setidaknya salah satu, jika tidak keduanya," lanjut Connor.

"Sudah waktunya bagi Facebook memisahkan peran CEO dan Chairman dalam perusahaan. Dan bagi Mark Zuckerberg untuk mengundurkan diri atau dipecat," imbuhnya lagi,

Open MIC tidak memiliki saham Facebook, namun perusahaan tersebut memiliki sejarah mengkoordinasi investor Facebook untuk meminta perilaku yang lebih bertanggung jawab dari Facebook. Awal tahun ini, kelompok tersebut mengkoordinasi permintaan untuk laporan pemegang saham mengenai gangguan pemilihan dan tantangan platform lainnya, serta permintaan terpisah untuk membentuk komite pengawasan risiko.

Open MIC bukan satu-satunya kelompok yang memberi tekanan pada Zuckerberg. Pekan lalu, pengawas keuangan Kota New York, Scott Stringer, menyerukan perubahan serupa dalam struktur dewan Facebook atas nama dana pensiun kota, investor signifikan di Facebook.

Stringer mengutip penurunan terbaru dalam saham Facebook sebagai akibat dari perilaku yang dinilai tidak bertanggung jawab. Saham Facebook telah menurun hampir 15 persen sejak rincian terbaru dari Cambridge Analytica terungkap.

"Kami pikir perlu ada lebih banyak pengawasan dewan," kata Stringer. "Kami pikir perlu ada ketua dewan independen."

Selama akhir pekan lalu, editorial koran The San Francisco Chronicle juga meminta Zuckerberg untuk mengundurkan diri. Pendiri Facebook itu dengan tegas menolak semua permintaan untuk menyerahkan kendali perusahaan.

Dalam wawancara kepada The Atlantic, Senin pagi (9/4/2018), dia tidak mempertimbangkan untuk mengundurkan diri karena dia "sangat yakin bahwa kami akan dapat mengatasi masalah ini." Zuckerberg hanya memegang 16 persen saham Facebook namun memiliki 60 persen hak suara perusahaan, sehingga tidak mungkin bagi investor untuk menggesernya.

Pada September, dewan Facebook memblokir sebuah rencana yang akan memperkuat daya voting Zuckerberg lebih jauh dengan mengklasifikasikan lagi saham perusahaan.