Startup Kita: 17 Istilah Lazim Dalam Bisnis Rintisan

Ilustrasi startup sebagai usaha di tahap rintisan (moneycontrol.com)
11 April 2018 22:30 WIB Rini Yustiningsih Teknologi Share :

#StartupKita merupakan hasil kerja sama Solopos.com dengan Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. IDSF Solo merupakan komunitas yang beranggotakan pegiat start up di wilayah Soloraya.

Solopos.com, SOLO -- Dewasa ini banyak yang membicarakan tentang startup. Bahkan bisa dikatakan bahwa virus startup telah menjangkiti masyarakat sekarang ini. Banyak anak-anak muda yang memiliki impian menjadi teknoprener (wirausaha di bidang teknologi) membangun startup bersama kawan-kawannya. Banyak juga masyarakat yang menggunakan produk atau layanan dari startup, semisal Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan masih banyak lagi.

Namun masih banyak yang belum mengetahui apa itu startup dan juga istilah-istilah yang ada tentang startup. Masih banyak yang mengira bahwa startup sama dengan aplikasi. Malah ada yang berpikiran bila startup ialah pekerjaan membuat piranti lunak (software). Hal ini wajar dikarenakan pengetahuan tentang startup yang muncul dan berkembang sangat cepat serta tidak masuk dalam kurikulum pendidikan negara kita.

Sebenarnya istilah startup berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata start dan up, yang berarti usaha rintisan atau suatu usaha yang sedang dalam tahap rintisan, sesuai dengan pengertian berdasarkan Cambridge Dictionary. Menurut Business Dictionary, definisi startup ialah tahapan awal dalam siklus perusahaan dimana para pendiri perusahaan memulai dari tahap ide produk untuk mendapatkan pembiayaan, membangun struktur model bisnis, dan memulai komersialisasi.

Banyak sekali istilah-istilah yang berhubungan tentang startup. Kami berikan beberapa istilah yang sering digunakan oleh para pelaku startup beserta definisinya ke dalam dua bagian. Berikut beberapa istilah yang harus kamu ketahui tentang startup.

Acqui-hire merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Google pada pertengahan tahun 2000. Kondisi itu terjadi saat sebuah perusahaan besar merasa ide dari sebuah startup itu sangat buruk, tetapi memiliki tim yang berbakat. Sehingga perusahaan tersebut melakukan akuisisi untuk mendapatkan tim tersebut sebagai bonus.

Akselerator yakni program yang menerima aplikasi terbuka untuk mengikuti kelas gabungan startup yang terdiri atas sebuah tim pendiri kecil dengan ide yang dikembangkan secara eksternal. Program seperti ini menyediakan dukungan melalui sejumlah kecil modal awal, bimbingan, pelatihan, dan acara promosi dalam periode terbatas, biasanya 3–4 bulan. Startup yang lulus dari program ini akan berkesempatan mendapatkan investor saat demo day.

Angel Investor ialah investor yang menggunakan dana pribadinya untuk berinvestasi pada sebuah startup dengan imbalan saham perusahaan tersebut.

Application Programming Interface (API) adalah interface dengan serangkaian fungsi atau rutinitas yang memungkinkan pengembangan untuk menyelesaikan tugas tertentu atau memungkinkan untuk berinteraksi dengan komponen software tertentu.

Ilustrasi model bisnis Business-to-Business (B2B). (Act-On.com)

Business-to-Business (B2B) merupakan deskripsi dari sebuah model bisnis yang menargetkan bisnis lain untuk menggunakan produk atau layanan mereka.

Common Stock merupakan saham yang dikeluarkan untuk sang founder dan karyawan, dengan jumlah yang biasanya lebih kecil dan tidak memiliki hak istimewa.

Convertible Notes merupakan catatan hutang yang akan dikonversi menjadi saham. Biasanya diberikan dalam bentuk Common Stock maupun Prefered Stock.

Cost benefit analysis (CBA) atau analisis biaya manfaat adalah analisis tentang perbandingan atau selisih antara penerimaan yang diperoleh dan ongkos yang dikeluarkan dari suatu kegiatan. Jika penerimaan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, kegiatan itu dianggap positif, artinya dapat dilakukan. Kalau tidak, kegiatan atau proyek tersebut tidak perlu dilaksanakan.

Coworking space adalah ruang perkantoran tempat pekerja mandiri seperti entrepreneur , programmer lepas, dan desainer web saling berbagi. Co-working space akan menyediakan meja, ruang konferensi, dan koneksi internet untuk mendukung penggunanya bekerja. Tujuan utamanya bukan sekadar menyewakan ruang perkantoran, melainkan sebagai sebuah tempat komunitas yang sinergis tempat para entrepreneur penggunanya bisa mengembangkan jejaring mereka dan menghasilkan ide-ide baru.

Demo Day merupakan kesempatan pertama bagi startup untuk bertemu dengan para calon investor. Demo day biasanya diadakan pada tiap akhir masa inkubasi.

Dilution merupakan suatu kondisi ketika persentase kepemilikan saham berkurang setelah saham baru dikeluarkan.

Discount merupakan persentase potongan harga dari Pre-money Valuation yang memberikan pemilik Safe dan Note harga yang lebih rendah.

Equity Round merupakan sebuah putaran keuangan yang mana sang investor akan membeli saham di dalam perusahaan tersebut.

Exit memiliki dua pengertian, yakni exit yang baik dan buruk. Exit dikatakan baik apabila startup tersebut berhasil mencapai IPO (masuk ke bursa saham) atau M&A (Merge & Acquisition) dengan perusahaan lain. Sedangkan exit yang buruk adalah cara lain untuk mengatakan apabila sebuah startup gagal atau tutup karena sejumlah alasan.

Growth Hacking merupakan istilah yang ditujukan bagi tim marketing, sales, atau asosiasi yang berhasil melakukan strategi khusus dengan melakukan “hacking” agar performa mereka meningkat drastis. Penambahan kata “hacking” ini dikarenakan mereka yang berprofesi di ranah nonteknis juga ingin disebut sebagai “hacker”.

Solo Techno Park (solopos.com)

Inkubator adalah ruang pendukung, yang menjadi tempat berkembangnya startup. Kebanyakan inkubator menawarkan saran bagi para ahli, pelatihan serta dukungan keuangan untuk perusahaan muda, serta ruang kantor bagi perusahaan tersebut agar dapat berkembang.

Masih banyak beberapa istilah yang sering disebut dalam dunia startup. Kami akan memberikan sisanya pada artikel bagian kedua. Setiap startup atau usaha rintisan yang dibangun haruslah mempunyai visi kedepan untuk melakukan perluasan dan usahanya dalam mengubah dunia. Mereka harus jatuh bangun, melakukan penggantian model bisnis hingga tepat, serta pada akhirnya mendapatkan pendanaan dari pemerintah maupun investor. Diharapkan produk maupun layanan dari startup ini dapat menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan segala permasalahan masyarakat. 

Ditulis oleh: Silvester Herjuna. Pengurus ID Startup Founder Pusat. Pengelola startup Wiforgo (wiforgo.com) Beralamat email di silvester@startupfounder.id.