Kekayaan Zuckerberg Bertambah Rp39 Triliun

CEO Facebook, Mark Zuckerberg (Fortune.com)
13 April 2018 10:45 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tengah tertimpa masalah pelik. Puluhan juta data pengguna Facebook bocor melalui Cambridge Analytica. Ia harus mempertanggungjawabkan kebocoran tersebut kepada masyakakat dunia.

Zuckerberg dipanggil menjadi saksi di depan Senat AS untuk menjelaskan kebocoran data pengguna Facebook beberapa waktu lalu. Pascakesaksiannya, ia bagaikan mendapat durian runtuh. Kekayaannya bertambah US$2 miliar atau setara Rp39 triliun.

Pertambahan kekayaannya didapat dari meroketnya harga saham Facebook. Bagi kebanyakan perusahaan, segala aksi korporasi mempegaruhi nilai saham itu sendiri, termasuk perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini.

Tercatat, saham Facebook naik 4,5 persen pada hari Selasa (10/4/2018) dan mengisi kembali kas Zuckerberg. Saham Twitter dan Snap Rally ketika senator mempertanyakan Mark Zuckerberg tentang skandal privasi Cambridge Analytica yang telah melanda perusahaan selama empat pekan terakhir.

Perusahaan teknologi tersandung karena investor bertanya-tanya apakah pemerintah akan menerapkan peraturan yang lebih ketat pada perusahaan teknologi. Tetapi para senator tidak menunjukkan tanda-tanda melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti itu, jadi kekayaan bersih Zuck telah meningkat.

Baca juga: 

Pengguna Facebook Solo Tak Ikut Boikot Protes Kebocoran Data Pengguna

Batal Diperiksa, Facebook Indonesia Minta Waktu Kumpulkan Data

Menkominfo Beri Surat Peringatan Tertulis ke Facebook

Berbicara kepada Senat Komisi Kehakiman dan Komite Perdagangan, Mark Zuckerberg meminta maaf Facebook tidak mengambil 'pandangan yang cukup luas' tentang tanggung jawabnya atas informasi publik orang-orang.

"Itu adalah kesalahanku, dan aku minta maaf. Saya memulai Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini," katanya, dalam kata-kata dari pernyataan yang disiapkan.