Andronity Solo Bentuk Jaringan Developer

Kegiatan belajar bareng tentang developer Android yang dikemas dalam kegiatan mini workshop oleh Android Native Community (Andronity) Solo, di TK/KB Aisyiyah Program Khusus, Karangasem, Laweyan, Solo, Sabtu (7/4 - 2018).
15 April 2018 01:20 WIB Arif Fajar S. Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO-Potensi developer Android Native terus digali dan dikembangkan oleh Andronity (Android Native Community) Solo dengan menggelar mini workshop di TK/KB Aisyiyah Program Khusus (PK), Karangasem, Laweyan, Solo, Sabtu (7/4/2018).

Sejumlah pembicara yang selama ini bergelut di dunia Android, seperti Manajer Dilo (Digital Inovation Lounge) Solo Gerry Gebyar Giwangkoro, Trainer Semarang Android Developer Center (Sandec) dan juga fasilitator Indonesia Android Kejar Enita Ayu Dhea Lestari. Disamping itu juga Pembina Andronity Solo, Hidayat Amrih Raharjo ikut berbagi ilmu tentang developer Android.

Menurut Hidayat, Andronity Solo yang memiliki basecamp di Jl.Tanjung VI No. 10 Karangasem, Solo, sebenarnya sudah dua kali menggelar belajar bareng dan ketiga kalinya dilaksanakan Sabtu dengan mengundang sejumlah pembicara dari luar Solo.

“Belajar bareng atau kami sebut mini workshop ini merupakan kegiatan serupa kali ketiga. Kegiatan ini terbuka untuk umum, bagi yang belum mahir di dunia programing dan developer Android bisa ikut belajar, dan tidak dipungut biaya. Tujuannya agar mereka saling mengenal dan melengkapi,” ujar Hidayat kepada Solopos.com, Sabtu.

Diharapkan dengan belajar bareng ini, lanjutnya, para developer Android bisa bertambah pengetahuannya. Sekaligus bisa membuat karya, berupa aplikasi Android. Sebagai contoh, aplikasi untuk pertanian dengan fokus tanaman sawit.

Menurut Gerry Gebyar, sebenarnya ada banyak pengembang aplikasi Android dan programming di Kota Solo. Namun di antara mereka banyak yang belum saling mengenal dan terorganisasi. Dilo sendiri memfasilitasi mereka para developer Android dan programming untuk bisa bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti UKM.

“Dilo memberikan pendampingan juga kepada pebisnis yang bergerak di digital. Sesuai visi misi Dilo, yakni membangun ekosistem industri kreatif digital. Karena dari tahun ke tahun terus ada peningkatan mereka yang berkecimpung di dunia developer Android," ujarnya.

Enita Ayu Dhea Lestari mengatakan di Semarang sudah ada komunitas dengan anggotanya sekitar 2.000 developer Android dan programming.

“Kami dari Sandec ingin berbagi bagaimana belajar bareng yang sudah kami laksanakan di Semarang,” ujarnya.

Tokopedia