Tolak Buka Percakapan Pengguna, Telegram Diblokir Rusia

Ilustrasi aplikasi Telegram. (Istimewa)
15 April 2018 15:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Teknologi Share :

Solopos.com, MOSKOW - Aplikasi chatting Telegram diblokir dari negara asalanya, Rusia. Telegram diblkokir lantaran menolak memberikan akses ke percakapan pribadi kepada badan keamanan.

Dilansir Reuters, Minggu (15/4/2918), pengamat telekomunikasi Roskomnadzor, yang melayangkan kasus itu, sebelumnya meminta agar Telegram diblokir segera setelah vonisnya diumumkan.

Pendiri Telegram, Pavel Durov, sudah lama mengatakan dia akan menolak setiap upaya dari badan keamanan negaranya, Rusia, untuk mendapat akses backdoor ke aplikasi tersebut. Aplikasi gratis, yang memudahkan orang-orang saling mengirim pesan, foto dan video dalam kelompok hingga 5.000 orang, itu telah menarik lebih dari 200 juta pengguna sejak peluncurannya pada 2013.

Telegram sangat populer di kalangan aktivis politik dari semua kubu, tetapi juga digunakan oleh ekstremis. Pada September 2017 badan keamanan FSB meminta kunci enkripsi, kata Durov, memicu gugatan resmi ketika permintaan tersebut ditolak.

Durov menuliskan tahun lalu bahwa permintaan FSB "secara teknis tidak bisa dijalankan" dan melanggar Konstitusi Rusia yang memberikan hak legal kepada warga untuk memiliki privasi korespondensi.

Tokopedia