Facebook Sebut Google dan Twitter Kumpulkan Data Pengguna

Ilustrasi Facebook (JDado Ruvic/Reuters)
19 April 2018 02:20 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Masalah kebocoran data pengguna Facebook belum berakhir. Meski telah meminta maaf, pihak Facebook terus mendapat tekanan dari banyak pihak. Di tengah perbincangan heboh tentang kasus ini, pihak Facebook menuding sejumlah perusahaan pengembang media sosial lainnya ikut mengumpulkan data pengguna.

Tuduhan itu dilontarkan oleh Direktur Manajemen Produk Facebook, David Baser. Dalam pernyataannya, David Baser mengatakan bahwa Google, Amazon, Pinterest, Linkedin, dan Twitter juga mengumpulkan data pengguna seperti yang dilakukan Facebook.

"Twitter, Pinterest, Linkedin, semua memiliki tombol like dan share untuk membagikan konten dalam layanan itu," katanya seperti dilenasir Tech Crunch, Selasa (17/4/2018).

David Baser menerangkan bahwa Facebook menyediakan layanan terintegrasi untuk masuk ke aplikasi lain. Ada juga fitur tambahan (plugin) untuk layanan pengukur iklan. Selain itu, ada plugin sosial yang mengumpulkan informasi tentang situs apa saja yang dikunjungi, peramban (browser) yang dipakai, dan semua informasi terkait penggunaan data Internet dari setiap orang.

Berbagai fitur tambahan inilah yang mengumpulkan data pengguna. Fitur ini juga yang membuat profil bayangan bagi orang yang tidak menggunakana layanan Facebook. David Baser menambahkan, semua perusahaan yang disebutkan itu menggunakan model bisnis serupa dengan Facebook dengan memberikan layanan gratis kepada pengguna. Dengan demikian, mereka bisa mengumpulkan data pengguna untuk memperoleh pendapatan lewat iklan.

"Google adalah layanan analitis yang populer. Pengguna Google, Amazon, dan Twitter bisadengan mudah melihat suatu informasi tertentu di situs tersebut. Semuanya sama-sama menawarkan layanan iklan. Jelas mereka juga mengumpulkan data pengguna dan menjalankan bisnis seperti kami," tutup David Baser.