Ini Prestasi Jane Godall, Nenek-Nenek di Google Doodle Hari Bumi

Google Doodle Hari Bumi (Foto Capture Google Doodle)
22 April 2018 10:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Tahun ini, Google Doodle ikut memperingati hari dengan menunjukkan sosok bernama Dr. Jane Goodall, siapakah dia?

Dr. Jane Goodall memiliki nama lahir Valerie Jane Morris-Goodall. Ia adalah seorang antropolog dan ahli primata kelahiran London, Inggris, 3 April 1934. Laman Wikipedia menyebut Goodall sebagai orang paling pakar di dunia saat dihubungkan dengan penelitian simpanse. Berkat penelitiannya Goodall mendapat gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris, kini namanya Dame Jane Morris Goodall. Dame merupakan gelar tingkat ketiga di Inggris setara dengan kesatria.

“Saya Jane Goodall atau biasa dipanggil Dr. Jane Godall. Saya ingin membicarakan tentang pentingnya Hari Bumi. Pesan ini ingin aku sampaikan untuk seluruh penduduk bumi,” terang Goodall di pembukaan video Google Doodle Hari Bumi.

Goodall menceritakan kalau dirinya merasa dilahirkan untuk menyayangi hewan. Seluruh masa kanak-kanak Goodall selalu dikelingi hewan. “Ada satu momen saat saya berada di Taman Nasional Gombe, Tanzania, saat itu hujan mulai turun. Saat hujan reda, saya mulai bisa mencium bau rambut basah dari simpanse, serangga-serangga yang menyanyi,saat itu aku merasa benar-benar menyatu dengan alam, ” jelas Goodall.

Apa yang ingin diungkap pendiri Jane Goodall Instute (JGI) itu adalah, dalam hutan hujan, semua organisme atau spesies memiliki meran masing-masing. Semua hidup dalam satu kesinambungan. “Hal terbaik untuk menjalani hari di Hari Bumi adalah untuk berusaha menjalani hidup secara harmonis dengan alam. Setiap individu memiliki peran masing-masing, mereka semua memberi efek untuk bumi ini setiap harinya. Untuk itu, kita semua memiliki kebebasan untuk memilih hal apa yang akan kita beri untuk bumi setiap harinya,” tutup Goodall.

Goodall memulai penelitian tentang simpanse di Taman Nasional Gombe pada tahun 1960. Perjalanannya berawal pada 1957 saat Godall pindah ke Kenya. Ia awalnya bekerja sebagai sekertaris. Di sela-sela pekerjaannya Goodall mencari peneliti yang bisa mendekatkan dirinya dengan simpanse. Akhirnya Goodall bertemu Louis Leakey. Kerap berdiskusi dengan Louis, akhirnya Goodall mendapat tempat sebagai sekertaris Louis untuk proyek penelitian perilaku primata besar.

Pada 1985 Goodall menelisi perilaku primata di London berkat koneksi Louis. Berkat penggalangan dana yang dilakukan Louis, Goodall bisa meneliti primata di Taman Nasional Gombe pada 1960 bersama dua peneliti lainnya yaitu, Dian Fossey, dan Birute Galdikas. Ketiganya kerap disebut The Trimates.

Sekali lagi Louis menjadi jalan bagi Goodall untuk melebarkan karier. Dia mendanai pendidikan Goodall di Universitas Cambridge pada 1962. Saat itu Goodall tak memiliki gelar akademik apapun. Ia menjadi orang ke-8 yang diperbolehkan kuliah doktoral di Universitas Cambridge tanpa perlu memiliki gelar akademik. Goodall selesai kuliah doktoral selama tiga tahun. Disertasinya mengenai perilaku simpanse yang hidup bebas di Taman Nasional Gombe. Hal itu diperoleh dari lima tahun penelitian. Penelitian Goodall tentang primata berlangsung hingga lebih dari 50 tahun kemudian. Kini Goodall lebih aktif di JGI untuk mengampanyekan perlindungan terhadap primata dan habitatnya.