Casing Xiaomi dan Apple Diklaim Mengandung Racun

Ilustrasi smartphone (Businessinsider)
25 April 2018 07:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Beberapa tahun belakangan, penjualan ponsel Xiaomi meningkat drastis. Ponsel buatan Tiongkok ini digandrungi karena memiliki fitur canggih namun dibanderol dengan harga terjangkau. Tapi. Baru-baru ini beredar kabar jika casing ponsel tersebut mengandung racun.

Kabar tersebut membuat pengguna ponsel Xiaomi di Tiongkok kelimpungan. Guna meredakan kekhawatiran pelanggan, Dewan Konsumen Shenzen di Tiongkok melakukan penelitian terhadap 30 casing ponsel yang diduga mengandung racun. Adapun ponsel yang diteliti itu berasal dari 28 merek berbeda, termasuk Xiaomi, Huawei, dan Apple.

Dikutip Solopos.com dari Business Insider, Selasa (24/4/2018), hasil penelitian tersebut tersebut menyebutkan ada tujuh casing ponsel menggunakan bahan kimia melebihi batas maksimal yakni plasticiser dan polycyclic aromatic hydrocarbon yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Kandungan plasticiser pada Xiaomi berada pada angka 17 persen yang disebut melebihi batas aman. Sebab, berdasarkan regulasi yang dikeluarkan di Eropa, kandungan maksimal dari bahan kimia ini adalah 0,1 persen. Artinya bahan kimia yang digunakan Xiaomi pada cover belakang ponselnya 170 kali lipat lebih banyak.

Bahan kimia berbahaya itu juga ditemukan pada penutup ponsel keluaran Apple. Berdasarkan hasil uji coba, kandungan bahan kimia polycyclic aromatic hydrocarbon yang ditemukan 50 persen melebihi ambang batas aman. Menurut Dewan Konsumen Shenzhen, jumlah bahan kimia yang melampaui batas ini bisa memicu kanker pada para penggunanya.

Hasil penelitian itu dibantah tegas oleh pihak Xiaomi. Mereka menegaskan jika produk yang dijual ke pasaran telah memenuhi standar yang berlaku. "Penutup ponsel Xiaomi aman digunakan. Suatu produk yang hendak dipasarkan harus lulus serangkaian tes. Jadi, bisa dipastikan semua produk yang kami jal aman bagi konsumen," demikian pernyataan pihak Xiaomi seperti dikutip dari South China Morning Post.

Berbeda dengan Xiaomi, sampai saat ini pihak Apple belum memberikan tanggapan apapun. Selain itu, penelitian ini juga tidak menjelaskan model smartphone apa saja yang casing-nya mengandung bahan berbahaya.

Tokopedia