Sega VR Jepang Tawarkan Pernikahan Virtual untuk Wanita

Ilustrasi menikah virtual. (Istimewa - Nextshark)
25 April 2018 04:45 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, TOKYO - Pada bulan Juli tahun lalu, Jepang menawarkan pernikahan virtual reality (VR) kepada para lelaki yang menginginkan istri dengan kriteria seperti dalam anime. Tahun ini, pada 17 April lalu, sebuah penawaran pernikahan VR yang diusung oleh pengembang video game Sega, diciptakan khusus bagi para perempuan yang ingin menikahi karakter anime lelaki.

Dilansir Nextshark, Selasa (24/4/2018), cukup membayar 800 yen atau sekitar Rp100.000, upacara VR ini digelar di Sega VR Area Akihabara, Tokyo, hingga 8 Mei mendatang. Bagi mereka yang ingin mengabadikan foto pernikahannya untuk dibawa pulang, lengkap dengan surat pernikahannya, dapat membayar biaya tambahan sebesar 700 yen atau sekitar Rp90.000.

Pernikahan VR ini dikembangkan dengan kerja sama sebuah pembuat game otome atau game percintaan yang berorientasi perempuan bernama Voltage. Mereka menawarkan tiga karakter lelaki yang berasal dari tiga video game dengan judul berbeda. Tak hanya bisa nikahi satu karakter, mereka pun bisa nikahi dua atau tiga karakter sekaligus.

Para karakter virtual lelaki tampan itu adalah Yamato Kougami yang berasal dari video game "Chikai no Kiss wa Totsuzen ni Love Ring". Digambarkan sebagai seorang guru fisika sekolah menengah berusia 26 tahun dengan sifat angkuh, namun penyayang.

Karakter kedua bernama Henry A. Spencer dari game "Ojisama no Propose Eternal Kiss". Digambarkan sebagai seorang pemuda berambut pirang yang kaya dengan kecerdasan IQ 200.

Terakhir, Date Masamune yang diangkat dari game "Tenkadoitsu Koi no Ran Love Ballad". Sebuah karakter yang digambarkan dari sosok seorang samurai sejati. Date Masamune adalah panglima perang yang memerintah periode Azuchi-Momoyama dan mendirikan Kota Sendai.

Masing-masing suara dari karakter di atas diisi oleh seorang seiyuu (pengisi suara) berpengalaman di Jepang. Uniknya, akhir kisah dari pernikahan VR ini bisa diatur sedemikian rupa tergantung dengan jawaban sang mempelai perempuan saat melakukan percakapan interaktif.