Startup Kita: Mentok Kembangkan Ide Startup? Ini Tipsnya

Ilustrasi ide (freepik.com)
16 Mei 2018 05:00 WIB Indonesia Start Up Founder (IDSF) Solo Teknologi Share :

#StartupKita merupakan hasil kerja sama Solopos.com dengan Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. IDSF Solo merupakan komunitas yang beranggotakan pegiat start up di wilayah Soloraya. Coworking space di Kota Solo.

Solopos.com, SOLO -- Banyak yang berkata bahwa ide saja hampir tidak berharga. Sampai-sampai ada motivator yang mengatakan bahwa ide hanya sampah, aksi yang paling utama.

Namun berbeda dari pendapat banyak orang, Paul Graham, seorang programmer terkemuka, menulis esai tentang nilai ide startup dengan menyatakan, "Ada fakta bahwa sering tidak ada pasar untuk ide-ide startup yang berarti ide tersebut tidak berharga. Namun ide adalah nilai utama yang melekat dalam sebuah startup, selain eksekusi. Ide dapat selalu berubah seiring dengan umpan balik dari pasar. Pivot dilakukan sementara di tengah jalan ide tersebut dijalankan dan melihat peluang".

Bahkan Anies Baswedan pernah mengatakan kepada masyarakat agar jangan meremehkan ide yang masih berupa kata-kata sekalipun. Ia menganggap selama ini banyak orang berpikir bahwa kata-kata dianggap remeh dibanding kerja nyata.

"Jangan remehkan orang-orang yang bekerja terinspirasi kata-kata. Kalau tidak ada, maka tidak mungkin berubah menjadi kenyataan," ujar Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Dengan pemikiran ini, ide tetap berperan penting sebagai titik awal dan bertindak sebagai platform awal untuk ide-ide berikutnya. Proses menciptakan ide adalah penting dengan manfaat besar, terlepas dari hasilnya.

Sebuah ide tetap berperan penting sebagai titik awal dan bertindak sebagai platform awal untuk ide-ide berikutnya.

Proses berpikir yang digunakan untuk membuat inovasi dari sesuatu yang belum ada, adalah latihan yang baik untuk otak seseorang.

Latihan-latihan ini akan membuat otak seseorang mampu menciptakan ide-ide kreatif untuk memecahkan masalah-masalah mendesak yang biasa ditemui dalam sebuah startup.

Ilustrasi penulisan ide di buku catatan (Freepik.com)

Sebelum memulai mencari ide untuk startup, kita harus memiliki "papan" atau "buku" ide terlebih dahulu. Boleh berupa catatan kecil, atau aplikasi catatan dalam ponsel kita.

Setiap kali kita mendapatkan ide untuk startup, tuliskan. Jika tidak melakukannya, ide itu hanya akan menguap dan hilang. Dengan menuliskannya, kita tidak akan pernah melupakannya dan mengarahkan otak Anda untuk fokus pada ide tersebut.

Tuliskan setiap ide yang kita dapatkan, tidak peduli seberapa buruk atau aneh ide itu. Sebuah ide memiliki caranya sendiri untuk datang kapanpun dan dimanapun. Untuk itu, hendaknya senantiasa membawa buku ide kita.

Dan yang terakhir, tuliskan ide kita sebagai pertanyaan dan bukan pernyataan. Bila kita membagikan ide kita kepada orang lain dalam bentuk pernyataan, kebanyakan orang pasti akan merespon negatif, bahkan mengatakan 'ini tidak akan berhasil'.

Sebaliknya, sebuah pertanyaan membuat kita berpikir secara menyeluruh tentang ide itu. Hal ini akan membuat orang lain membantu menemukan cara untuk membuat ide ini berjalan.

Yang paling penting, jangan pernah berpikir "Jika ini ide yang bagus, pasti ada seseorang yang telah memikirkannya sebelumnya." Pernyataan ini sama sekali tidak berharga dan dapat membuyarkan ide brilian kita. Tuliskan segala ide yang kita dapatkan, pikirkan bersama orang lain yang berkompeten, dan buat ide ini menjadi ladang bisnis kita.

Ditulis oleh: Silvester Herjuna. Pengurus ID Startup Founder Pusat. Pengelola startup Wiforgo (wiforgo.com) Beralamat email di silvester@startupfounder.id.