5 Alat Sakti Bangun Startup Kita

Ilustrasi pengguna produk startup (Loyolaandnews.es)
12 Juni 2018 23:13 WIB Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. Teknologi Share :
 
#StartupKita merupakan hasil kerja sama Solopos.com dengan Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. IDSF Solo merupakan komunitas yang beranggotakan pegiat start up di wilayah Soloraya. Coworking space di Kota Solo.
 
Solopos.com, SOLO -- Sering kali kita berpikir bahwa membangun bisnis startup sangatlah sulit. Mulai dari mencari ide hingga masalah dana untuk mewujudkan ide startup menjadi nyata. Apalagi bila kita membuat sebuah perusahaan startup dari nol. 
 
Tak jarang, para pejuang startup yang baru mulai menjalankan bisnis mengalami keraguan dan kehilangan arah langkah mana yang baik diambil saat awal startup mulai dibangun. Untuk startup yang masih berada pada early stage, akan menjadi penting membangun bisnis sejak awal dengan tepat, untuk bisa menjadi acuan kemana arah bisnis startup akan dibawa nantinya.
 
Untuk yang ingin memulai membangun bisnis startup, kita dapat menggunakan beberapa alat sakti sebagai langkah awal dalam berbisnis. Dengan kemampuan dan pemikiran yang kita miliki, serta bantuan alat-alat untuk membangun startup ini, siapa tahu kita dapat membuka startup yang meroket dengan cepat.
 
Berikut ini merupakan lima alat sakti untuk membangun startup kita dari awal:
 
 
Opportunity Ideation & Evaluation Matrix
 
 
Formulir pada Opportunity Ideation & Evaluation Matrix (smarterstartup.org)
 
Membangun startup yang sukses sama seperti halnya melempar bola ke target yang jauh. Peluang untuk kita dapat mencapai target bila kita tahu ke arah mana harus dilemparkan, berat bola, dan faktor arah angin. 
 
Tujuan dibuatnya tools ini adalah untuk menyediakan konsep dan kerangka kerja untuk startup melalui penemuan peluang produk. Dengan ini, pejuang startup dapat menentukan pasar mana yang akan dimasuki dan mengembangkan visi startup kita yang komprehensif dan siap dibuat prototipe untuk divalidasi pasar.
 
 
Startup Vision Definition
 
 
Formulir pada Startup Vision Definition (smarterstartup.org)
 
Ada pepatah dari Tiongkok yang mengatakan, "Visi tanpa aksi sama saja melamun namun bertindak tanpa visi adalah mimpi buruk." Hal ini menunjukkan pentingnya menentukan visi untuk startup kita sebelum melakukan action. Pada tools ini, kita dibantu untuk mengklarifikasi startup apa yang dibangun dan mengapa. 
 
Kita diminta untuk membuat rincian strategis untuk startup. Dan diakhiri dengan menyusun pitch singkat dengan lima kalimat tentang startup kita. Alat Startup Vision Definition ini benar-benar dapat memandu proses identifikasi elemen-elemen dalam startup kita.
 
 
Value Proposition dan Business Model Canvas
 
Formulir pada Business Model Canvas (strategyzer.com)
 
Tools ini ialah sebuah cara sederhana untuk memahami kebutuhan pelanggan kita serta merancang produk dan layanan yang mereka inginkan. Value proposition biasanya menjadi satu kesatuan dengan Business Model Canvas.
 
Osterwalder menciptakan alat ini untuk membantu kita membuat detail dari segmen konsumen dan value proposition secara sederhana. Tujuan dari alat ini adalah agar kita bisa mendesain value proposition yang cocok dengan kebutuhan customer dan membantu menyelesaikan permasalahan mereka.
 
 
Interview Plan
 
Ilustrasi Interview Script (Dokumentasi Pribadi)
 
Sebagai sebuah perusahaan startup yang memiliki banyak konsumen dan pelanggan, pastinya akan muncul kebanggaan manakala permintaan pelanggan dapat selalu dipenuhi.  Banyak sudah contoh produk yang muncul dari keinginan pelanggan, seperti layanan antar jemput online, penjualan tiket liburan, mesin kendaraan yang irit dan sebagainya.
 
Lakukan wawancara terbatas dengan calon pelanggan yang spesifik. Pilih juga beberapa kategori peserta survei sehingga mewakili segmen yang berbeda. Tanyakan tentang permasalahan yang kita angkat untuk bisnis startup kita. 
 
Tips yang penting ialah tanyakan dengan lisan tanpa menggunakan kuesioner tertulis. Buat daftar pertanyaan berupa poin-poin saja yang dapat kita kembangkan saat melakukan wawancara. Sehingga wawancara dapat berlangsung secara natural dan tidak dibuat-buat.
 
Dengan semakin banyak bertanya kepada calon pelanggan kita akan semakin banyak hasil yang unik yang didapatkan untuk membuat sebuah inovasi baru.
 
 
Javelin Board
 
 
Ilustrasi Javelin Board (leanstartupmachine.com)
 
Alat terakhir yang kita gunakan untuk membangun startup ialah javelin board yang merupakan sebuah tools untuk mengubah ide kita menjadi sebuah eksperimen aksi. Javelin board terbagi menjadi dua ruas, ruas kiri yang disebut dengan brainstorming dan ruas kanan disebut dengan excecution. Dalam brainstorming kita dapat menuliskan beberapa hipotesis berbeda yang mungkin terjadi yang nantinya bisa kita test, sedangkan dalam excecution dilakukan eksperimen terhadap hipotesis tadi.
 
Hasil yang didapatkan bisa sukses maupun tidak ditentukan pada saat wawancara dengan calon pelanggan. Bila hasil yang didapatkan sudah dinyatakan benar maka kita sudah dapat membuat prototipe produk. Bila hasilnya dinyatakan tidak benar, maka kita harus melakukan pivot yang berarti mengganti permasalahan dengan yang baru.
 
 
Berikut di atas merupakan tools yang dapat kita terapkan untuk memulai membangun startup. Alat-alat sakti ini akan memudahkan kita untuk mencoba membangun sebuah startup. Wahai pejuang startup, siapkah memulai membangun startup kita?
 
Ditulis oleh: Silvester Herjuna. Pengurus ID Startup Founder Pusat. Pengelola startup Wiforgo (wiforgo.com) Beralamat email di silvester@startupfounder.id.