Subscribe Video di Youtube Kini Dikenai Biaya

Lambang Youtube (Techcrunch.com)
23 Juni 2018 16:45 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Persaingan di antara platform media sosial semakin ketat. Sadar posisinya makin dikejar, Youtube meningkatkan pelayanan dengan merilis fitur anyar yang memanjakan konten kreator. Youtube merilis fitur channel membership agar para konten kreator mendapatkan lebih banyak penghasilan dari video yang diunggah.

Dilansir Tech Crunch, Jumat (22/6/2018), fitur channel membership diyakini bakal menguntungkan konten kreator. Sebab, para penggemar bakal dikenai biaya berlangganan sekitar Rp70.000 per bulan. Para pelanggan bakal mendapat konten eksklusif seperti tayangan live stream khusus atau produk digital lainnya seperti emoji, lencana khusus, akses live chat, dan berbagai konten lainnya yang ditawarkan.

Konten kreator yang hendak memanfaatkan fitur channel membership harus memiliki minimal 100.000 pelanggan. Usia konten kreator juga harus lebih dari 18 tahun untuk menjadi mitra Youtube. Selain channel membership, Youtube juga memiliki fitur komersial lain, salah satunya premiers.

Fitur premiers memungkinkan pengguna mengunggah video rekaman menjadi tayangan live. Dengan demikian, konten kreator bisa memberi notifikasi kepada pelanggan saat hendak melakukan siaran langsung.

Berbagai fitur tersebut dirilis sebagai langkah alternatif Youtube meningkatkan pendapatan konten kreator. Sebelumnya, para konten kreator ini hanya mendapatkan penghasilan dari iklan. Dengan adanya layanan langganan ini, maka mereka akan mendapatkan penghasilan lebih dari penggemar.

"Selama ini, sebagian besar pendapatan kami peroleh dari iklan. Tapi, kami pikir konten kreator bisa mendapatkan penghasilan lebih selain dari iklan. Oleh sebab itu, kami menguji coba fitur berlangganan agar konten kreator mendapatkan penghasilan lebih," terang Direktur Produk Youtube, Neal Mohan.

Neal Mohan berharap, adanya fitur berlangganan ini membuat konten kreator semakin kreatif dalam menyuguhkan video. Pihaknya ingin video yang diunggah di Youtube memiliki kualitas terbaik. Hal ini sekaligus sebagai salah satu cara untuk melawan hoaks dan menekan produksi video tak bermutu yang beredar di Youtube.