Tik Tok Diblokir, Musical.ly Kembali Dilirik

Tampilan Musical.ly (Musical.ly)
04 Juli 2018 18:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Aplikasi pembuat video pendek belakangan tengah naik daun dan digemari masyarakat Indonesia. Aplikasi yang dengan mudah diunduh dan dipasang di smartphone itu memacu kreativitas sekaligus sebagai ajang eksistensi diri di dunia maya. Salah satu aplikasi pembuat video pendek yang paling populer tak lain adalah Tik Tok.

Sayang, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah resmi memblokir aplikasi Tik Tok mulai Selasa (3/7/2018), karena dianggap mengandung konten negatif. Pemblokiran aplikasi tersebut menuai beragam komentar dari warganet, ada yang setuju dan tidak.

Bagi Anda yang menggemari aplikasi pembuat video pendek tidak perlu khawatir Tik Tok diblokir. Ada aplikasi sejenis Tik Tok yang tak kalah seru, yakni Musical.ly. Aplikasi Musical.ly merupakan produk yang dikembangkan oleh dua orang asal Tiongkok, Alex Zhu dan Luyu Yang.

Musical.ly merupakan aplikasi pembuat video pendek yang lebih dulu ada dibandingkan Tik Tok. Aplikasi ini diluncurkan sejak 2015 dengan berbagai fitur yang hampir mirip dengan Tik Tok. Pengguna aplikasi ini bisa langsung membagikan video pendek kreasinya melalui Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Musical.ly telah diunduh lebih dari 100 juta kali di toko aplikasi Android, Google Play Store. Aplikasi ini sukses menjadi wadah mengenbangkan kreativitas kids zaman now. Aplikasi ini menawarkan pilihan duet bagi yang ingin bernyanyi bersama pengguna lain. Sama seperti Tik Tok, Musical.ly juga bisa dipakai untuk membuat video lip sync.

Pada November 2017, perusahaan induk Tik Tok, Beijing Byetedance Technology, mengeluarkan uang sampai US$1 miliar untuk mengakuisisi Musical.ly. Pada perkembangannya, Tik Tok menjadi lebih terkenal dan diminati ketimbang Musical.ly. Teknologi kecerdasan buatan dan berbagai filter menarik menjadi andalan Tik Tok.

Sayang, baru sembilan bulan tersedia di Indonesia, aplikasi Tik Tok diblokir karena dianggap banyak mengandung konten negatif. Aplikasi ini diblokir karena banyaknya keluhan masyarakat kepada Kominfo tentang konten Tik Tok yang dianggap tidak mendidik. Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Noor Iza, mengatakan, banyak akun Tik Tok yang berisi konten negatif dan tidak layak dikonsumsi anak-anak. Padahal, aplikasi lip sync ini justru banyak dipakai oleh anak-anak.

Tokopedia