200 Hari Develop, Tik Tok Sudah Diunduh 50 Juta Kali

Pengembang aplikasi Tik Tok, Zhang Yimming (Forbes)
04 Juli 2018 17:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Kehebohan soal pemblokiran Tik Tok di Indonesia masih berlanjut. Kini, masyarakat Indonesia dipastikan tidak bisa mengakses aplikasi tersebut karena telah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak Selasa (3/7/2018).

Alasan pemblokiran Tik Tok ini cukup sederhana, yakni banyaknya konten negatif yang tidak mendidik. Padahal, aplikasi Tik Tok lebih banyak dipakai oleh kalangan anak-anak. Terlepas dari segala kontroversinya, Tik Tok merupakan aplikasi yang sangat cepat menarik perhatian.

Tik Tok yang diperkenalkan pada 2016 oleh Toutiao dari Beijing Bytedance Technology diunduh lebih dari 50 juta kali oleh pengguna Android dan 45 juta kali oleh pengguna Ios pada kuartal 2018. Sebagai informasi, Beijing Bytedance Technology merupakan perusahaan yang juga mengembangkan aplikasi pembuat konten video pendek, Musical.ly. Aplikasi Musical.ly yang kini menjadi saudara kandung Tik Tok justru lebih dulu dirilis, yakni sekitar 2015 silam.

Tapi, popularitas Musical.ly kalah jauh dibandingkan Tik Tok. Pendiri perusahaan Toutiao, Zhang Yiming, meluncurkan Tik Tok khusus untuk pasar anak muda. Dia melihat kebanyakan anak muda lebih menyukai konten video.

"Saya hanya menonton video Tik Tok. Tidak pernah membuat sendiri, karena aplikasi ini memang menyasar anak muda," kata Zhang Yiming seperti dikutip dari Tech Node, Rabu (4/7/52018).

Menurut Zhang Yiming yang merupakan sarjana software engineering, orang yang bergelut di industri teknologi harus selalu mengikuti perkembangan zaman. Keputusan Zhang Yiming merilis aplikasi video pendek Tik Tok membuahkan hasil maksimal.

Tik Tok tercatat sebagai aplikasi paling banyak diunduh. Kesuksesan ini cukup mengagetkan, sebab Tik Tok dikembangkan dalam waktu singkat, yakni sekitar 200 hari. Sayang, aplikasi buatan salah satu orang terkaya di Tiongkok itu kini terjungkal di Indonesia. Banyaknya petisi yang dikirimkan kepada Kominfo akhirnya ditanggapi dengan pemblokiran Tik Tok.