Blokir Dibuka, Tik Tok Wajib Naikkan Batasan Usia Pengguna

Aplikasi Tik Tok. (Istimewa - Google Play)
05 Juli 2018 01:45 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA - Aplikasi Tik Tok baru-baru ini menghebohkan dunia maya. Aplikasi yang memungkinkan penggunanya tampil dalam gaya lip sync tersebut diumumkan telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 3 Juli 2018.

Hari Rabu (4/7/2018), setelah aplikasi itu diblokir, pihak Tik Tok  melakukan pertemuan dengan Kominfo. Ketika ditanya tentang audiensi Kominfo dengan pihak Tik Tok sore ini, Noor Iza, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo membenarkan hal tersebut. Kabarnya, pertemuan manajemen Tik Tok dengan Kominfo berlangsung dalam waktu 1 jam dari pukul 16.30 hingga 17.30 WIB.

"Tik Tok merespon secara cepat. Bagi kita, Indonesia yang penting ada komitmen, nomor 1 membersihkan semua konten negatif yang ada di Tik Tok," kata Rudiantara di Gedung Kominfo, dilansir Okezone, Rabu (4/7/2018).

Pemerintah juga akan melihat keseriusan manajemen Tik Tok untuk melakukan perbaikan, agar kejadian pemblokiran ini tidak terulang kembali. Kabarnya, manajemen Tik Tok merekrut puluhan orang untuk membantu sistem filtering. "Mereka hire puluhan orang. Nanti kita buktikan. Kami minta komitmen untuk filtering untuk konten-konten yang akan datang," kata Rudiantara.

Selain membentuk tim untuk membantu filtering, Tik Tok juga harus menaikkan batasan usia pengguna dari 12 tahun menjadi 16 tahun. Perusahaan juga harus berkomitmen untuk lebih cepat merespon atau berkomunikasi dengan pemerintah, yakni dengan menempatkan orang yang didedikasikan untuk membantu koordinasi.

"Saya mengapresiasi, fast respons dari Tik Tok. Ini platform bagus, untuk generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, tapi negatif konten tetap negatif konten," terangnya.

Sementara itu, Zhen Liu, Senior Vice President TOUTIAO, yang menjadi salah satu perwakilan dari manajemen Tik Tok mengungkapkan komitmennya terhadap permintaan Kominfo. "Kita komitmen untuk moderasi, menginspirasi konten lokal. Kita hari ini punya komitmen, bikin konten terbaik," kata Zhen Liu, Senior Vice President TOUTIAO, dilansir Antara, Rabu.

Ia berharap ini merupakan langkah awal untuk bisa berkomunikasi dengan pemerintah dan menjaga komitmen untuk para pengguna di Indonesia. Indonesia merupakan pasar empuk bagi para penyedia layanan video musik seperti Tik Tok. Menurut Zhen, terdapat sekira 10 juta pengguna Tik Tok di Tanah Air.

Seperti diketahui, alasan diblokirnya layanan ini ialah karena adanya aduan dari masyarakat kepada Kominfo. Noor mengatakan, di dalam aplikasi Tik Tok banyak akun-akun, fenomena, perilaku negatif terutama bila dikonsumsi untuk anak-anak. "Karena mereka (anak-anak) juga melakukan, ikut terlibat. Mereka menggunakan Tik Tok sebagai media sosial," tuturnya seperti dilansir Okezone, Rabu.

Di toko aplikasi Google Play, Tik Tok dijelaskan sebagai komunitas video global yang didukung oleh musik. Di dalamnya, pengguna bisa menari, bergaya bebas atau tampil, di mana pembuat konten didorong untuk membiarkan imajinasi mereka berjalan liar dan membebaskan ekspresi mereka

Didesain untuk pembuat konten global, Tik Tok memungkinkan pengguna untuk membuat video pendek unik dengan cepat dan mudah untuk berbagi dengan teman dan dunia.