Basmi Hoaks, Whatsapp Kucurkan Dana Rp700 Juta

Ilustrasi logo Whatsapp (Youtube)
08 Juli 2018 01:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Persebaran berita bohong alias hoaks yang sangat cepat menyebabkan keresahan. Salah satu aplikasi yang sering dipakai untuk menyebarkan pesan hoaks tersebut adalah Whatsapp. Penyebaran hoaks lewat aplikasi pesan instan ini bahkan telah memakan belasan korban di India.

Guna menanggulangi persebaran hoaks, perusahaan teknologi yang telah diakuisisi Facebook pada 2014 itu menyiapkan dana sebesar US$50.000 atau sekitar Rp700 juta. Dana tersebut nantinya dipakai untuk mendanai peneliti yang mempelajari persebaran hoaks di seluruh platform Whatsapp.

"Whatsapp akan memberikan penghargaan kepada peneliti yang tertarik mengeksplorasi berbagai isu terkait kesalahan informasi yang tersebar," demikian bunyi pernyataan resmi Whatsapp seperti dikutip dari Mashable, Sabtu (7/7/2018).

"Kami akan memilih dan mempertimbangkan proposal penelitian dari setiap ilmu sosial dan perspektif teknologi yang mengusulkan proyek untuk memperkaya pemahaman soal kesalahan informasi di Whatsapp," sambung mereka.

Berita bohong menjadi hal paling mendesak untuk diatasi. Apalagi Whatsapp menjadi salah satu platform yang kerap dipakai untuk menyebarkan berita palsu tersebut. Jadi, mereka membuka kesempatan bagi semua orang yang tertarik meneliti soal kasus persebaran hoaks.

Setiap peneliti yang dibiayai Whatsapp harus menyuguhkan hasil yang baik. Mereka harus bertanggung jawab atas keaslian hasil penelitian tersebut. Mereka memberikan preferensi agar penelitian itu dilakukan di beberapa negara paling banyak menggunakan Whatsapp, di antaranya, Brasil, Indonesia, India, dan Meksiko.