Teknologi Baru Manajemen Kontruksi Dikenalkan di UK Petra Surabaya

Seminar Building Information Modeling (BIM) and Artificial Intelligence Applications in Construction Engineering di Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (5/7 - 2018). (Istimewa)
08 Juli 2018 12:00 WIB Rohmah Ermawati Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO -- Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menggelar seminar Building Information Modeling (BIM) and Artificial Intelligence Applications in Construction Engineering, Kamis (5/7/2018) pukul 08.30 WIB-16.00 WIB di Auditorium UK Petra, Gedung EH lantai 2 Kampus UK Petra. 

Dalam seminar itu dipaparkan tentang teknologi baru dalam dunia manajemen konstruksi. “Seminar transfer ilmu dari luar negeri mengenai BIM dan kecerdasan buatan khususnya dalam dunia proyek konstruksi ini akan sangat bermanfaat bagi para praktisi, dosen, dan mahasiswa," ungkap Doddy Prayogo, Ph.D. selaku penanggung jawab acara dalam siaran pers yang diterima solopos.com, Minggu (8/7/2018).

Doddy Prayogo menerangkan BIM merupakan teknologi di dalam bidang arsitektur dan konstruksi yang dapat mensimulasikan model pembangunan dari suatu proyek dengan berbagai macam informasi yang terintegrasi.

BIM memerlukan aplikasi software seperti AutoCAD untuk menunjukkan tahapan pembangunan suatu proyek dilihat dari sifat fisik dan fungsional secara terperinci dari masa ke masa.

Sedangkan kecerdasan buatan di manajemen konstruksi merupakan penggunaan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah dalam proyek teknik sipil salah satunya dalam penentuan tata letak fasilitas dan keamanan pekerja di proyek konstruksi.

“Ilmu ini memang belum populer di Indonesia padahal jika kita dapat mengimplementasikannya dalam proyek konstruksi maka akan meningkatkan keuntungan dalam segi biaya, mutu, dan waktu. Kesalahan kerja yang terjadi pun akan dapat diminimalisir," urai Doddy Prayogo yang juga dosen Program Studi Teknik Sipil UK Petra, Surabaya.

Seminar yang dihadiri kurang lebih 130 peserta itu menghadirkan satu pembicara utama dari Taiwan dan tiga pembicara dari Indonesia. Pembicara utama yaitu Prof. Min-Yuan Cheng, Ph.D. dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Sedangkan tiga pembicara Indonesia yaitu Tri Joko Adi, Ph.D., dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); Andreas F.V. Roy, Ph.D .dan Adrian Firdaus, M.Sc. dari Universitas Katolik Parahyangan.

Min-Yuan Cheng menyampaikan materi tentang tiga hal penting di antaranya rumah berteknologi tinggi dengan konsep bangunan hijau, penggunaan BIM sekaligus sensor wireless dalam upaya pencegahan kebakaran serta penanggulangan bencana, dan kecerdasan buatan untuk manajemen konstruksi.

“Jadi dengan adanya teknologi ini para pekerja akan mendapatkan bayangan perkembangan tiap bulannya proyek itu. Itu artinya akan menghemat waktu. Sedangkan kecerdasan buatan yang dimaksud di sini akan membantu memberikan keputusan dalam proyek berdasarkan data bukan berdasarkan intuisi atau pengalaman sang pekerja," terang Guru Besar dari NTUST, Taiwan.

Doddy Prayogo menambahkan kegiatan itu  merupakan implementasi dari hibah World Class Professor (WCP) yang diperolehnya beberapa waktu lalu. Hibah iitusendiri merupakan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Seminra diadakan untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antara dosen Indonesia dengan professor kelas dunia. Diharapkan peningkatan kolaborasi dan kerjaama ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi dosen di Indonesia dengan konsteks global.