Cegah Peredaran Hoax, Twitter Blokir 1 Juta Akun Per Hari

Ilustrasi Twitter. (Istimewa)
09 Juli 2018 02:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Teknologi Share :

 

Solopos.com, NEW YORK - Twitter menangguhkan lebih dari 1 juta akun per hari dalam waktu beberapa bulan terakhir untuk mengurangi peredaran informasi palsu pada platform.

Dilansir Reuters, Sabtu (7/7/2018), Twitter dan platform media sosial lainnya seperti Facebook telah diperiksa oleh anggota parlemen AS dan pembuat peraturan internasional. Platform media sosial ini dianggap terlalu lemah dalam upaya pencegahan penyebaran konten palsu.

Perusahaan-perusahaan telah mengambil langkah-langkah seperti menghapus akun pengguna, memperkenalkan pembaruan dan secara aktif memantau konten untuk membantu pengguna menghindari korban konten palsu.

Twitter menangguhkan lebih dari 70 juta akun pada bulan Mei dan Juni, dan langkah itu berlanjut pada Juli. "Sulit dipercaya bahwa 70 juta akun terpengaruh ketika Twitter hanya memiliki 336 juta pengguna aktif bulanan," kata analis Wedbush, Michael Pachter.

Pengguna aktif bulanan Twitter diperkirakan tumbuh hampir 3 persen. Pachter menduga bahwa sejumlah besar akun yang ditangguhkan ini tidak aktif dan seharusnya berdampak kecil pada perusahaan.

Jika 70 juta akun merupakan akun aktif, tampaknya ini akan merugikan bagi perusahaan. Menurut sumber Washington Post, penghapusan akun yang tidak diinginkan secara agresif dapat mengakibatkan penurunan yang langka dalam jumlah pengguna bulanan pada kuartal kedua.

"Karena peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, kami sekarang menghapus 214 persen lebih banyak akun karena melanggar kebijakan spam kami berdasarkan tahun ke tahun," kata perusahaan itu dalam sebuah posting blog bulan lalu.

Pada Mei, teridentifikasi lebih dari 9,9 juta "berpotensi spam" atau akun otomatis per minggu dibandingkan dengan 6,4 juta pada Desember 2017.