Twitter Hapus 70 Juta Akun Palsu, Pengikut Pesohor Turun Drastis

Ilustrasi pemakaian Twitter (Pictagram)
13 Juli 2018 20:05 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Twitter tengah giat menyisir akun palsu di platform-nya. Kabarnya, Twitter telah menghapus jutaan akun palsu. Akibatnya, sejumlah akun milik pesohor dunia kehilangan banyak pengikut (followers). Bahkan, akun resmi milik Twitter juga kehilangan banyak followers akibat hal tersebut.

Dikutip dari BBC, Twitter menghapus lebih dari 70 juta akun palsu dari total 336 juta pengguna aktif bulanan. Pembersihan ini membuat akun Instagram resmi milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kehilangan sekitar 300.000 pengikut. Selain itu, penyanyi top Katy Perry juga kehilangan 2,8 juta followers.

Jumlah pengikut akun Twitter Barack Obama juga turun sekitar 2,1 juta. Sedangkan penyanyi populer Lady Gaga kehilangan lebih dari 2,5 juta followers. Rata-rata penurunan jumlah pengikut Twitter yang terjadi sebesar dua persen.

Twitter sengaja melakukan pembersihan akun palsu untuk menekan persebaran berita bohong alias hoaks. Mereka tengah membangun kepercayaan masyarakat dunia tentang keamanan platform tersebut.

Adapun akun yang dibakal diawasi oleh Twitter bukanlah akun bot, melainkan pernah dioperasikan oleh manusia.

Akun tersebut nantinya bakal dikunci jika Twitter menemukan keanehan dalam aktivitasnya. Misalnya, Twitter bakal mengunci akun itu tiba-tiba menandai akun lain dan menerbitkan beragam cuitan yang memprovokasi. Twitter juga bakal mengunci akun yang membuat cuitan dengan memasukkan tautan berisi penipuan.

Jika tindakan seperti disebut di atas terdeteksi, Twitter bakal membekukan akun tersebut. Tindakan ini dilakukan lantaran akun palsu semacam itu menjadi masalah besar bagi Twitter.

Sebab, akun tersebut bisa melakukan retweet otomatis, menyukai cuitan akun lain, dan menyebarkan spam.

Kepala Bagian Keamanan Twitter, Vijaya Gadde, menatakan, akun yang dibekukan nantinya bakal dihapus.

"Kami akan menghapus semua akun yang melakukan aktivitas aneh. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan persebaran hoaks. Kami minta maaf jika jumlah pengikut di akun Anda mengalami penurunan. Namun, semua itu kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan," kata Vijaya Gadde seperti dilansir The Next Web.

Tokopedia