Isi Daya Baterai Sampai 100 Persen Bikin Smartphone Cepat Rusak?

Ilustrasi mengisi ulang daya baterai smartphone (Simplemost)
18 Juli 2018 15:45 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Baterai adalah komponen utama yang sangat penting bagi performa ponsel pintar. Namun, baterai menjadi komponen yang paling cepat rusak. Biasanya, baterai ponsel hanya bertahan sampai dua tahun saja. Setelahnya, baterai bakal bocor yang akhirnya mengganggu performa ponsel.

Salah satu hal yang diklaim membuat baterai cepat rusak adalah mengisi daya sampai 100 persen. Benarkah demikian? Dikutip dari Tech Times, Rabu (18/7/2018), mengisi daya baterai smartphone khusus bermodel Lithium-ion memang tidak perlu sampai 100 persen. Alih-alih membuat awet, cara ini justru memangkas usia baterai.

Tapi, sampai saat ini masih banyak pengguna smartphone yang mengisi daya baterai hingga 100 persen. Apakah Anda salah satunya? Jika iya, perhatikanlah tipe baterai ponsel tersebut. Jika baterai ponsel yang dipakai berjenis Lithium-ion, sebaiknya isilah dayanya sampai 80 persen saja.

Baterai Li-ion dapat bekerja dengan baik pada kisaran daya 30 sampai 80 persen. Maka, saat kapasitas baterai berada di bawah 30 persen, segeralah mengisi ulang jangan sampai menunggu hingga nol persen. Setelah kapasitasnya mencapai 80 persen, segera cabut kabel charger. Anda tidak perlu menunggu baterai terisi penuh sampai 100 persen.

Mengisi daya sampai 100 persen justru akan meningkatkan tegangan baterai. Lama-kelamaan, cara ini akan membuat performa ponsel menurun. Sesekali, boleh saja Anda mengecas baterai saat kapasitas dayanya benar-benar habis hingga mencapai 100 persen. Tapi, sebaiknya cara ini tidak dilakukan setiap hari karena justru memangkas usia baterai.