Uni Eropa Denda Google Rp72 Triliun

CEO Google, Sundar Pichai (Fortune.com)
21 Juli 2018 11:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Keputusan Uni Eropa menjatuhkan denda kepada Google menuai kontroversi. CEO Google, Sundar Pichai, langsung memberikan tanggapan terkait sanksi tersebut melalui tulisan yang diunggah di blog perusahaan.

Dalam tulisannya, seperti dilansir The Verge, Jumat (20/7/2018), Sundar Pichai menyebut pengguna Android bisa menghapus aplikasi bawaan yang terpasang di perangkat Android mereka. Selain itu, mereka juga bebas memilih aplikasi apa saja yang ingin diunduh. Dengan kata lain, pengguna bebas menentukan sendiri aplikasi yang hendak dipasang di perangkat mereka.

Sundar Pichai menambahkan, tidak menyertakan aplikasi bawaan di Android dapat mengganggu kestabilan perusahaan. Dia menjelaskan, hal itu dilakukan agar Android tetap gratis. Alasannya, Google tidak perlu membebankan biaya pada perusahaan yang ingin menggunakan teknologinya.

Sementara itu, Uni Eropa menjatuhkan kepada induk perusahaan Google, Alphabet, sebesar Rp72 triliun. Denda itu dijatuhkan karena Google diklaim telah mendominasi sistem Android yang merupakan perangkat paling populer di dunia. Pejabat Eropa mengatakan, Alpabhet bertindak tidak adil dengan memaksa produsen ponsel pintar memasang aplikasi Google seperti Chrome, Google Search, serta toko aplikasi, Play Store pada perangkat tersebut.

Tidak terima dengan denda yang dijatuhkan, Google menyatakan bakal mengajukan banding. Dalam keterangannya, Google menyatakan bakal mengajukan banding atas denda tersebut. Google memperingatkan model bisnis Androidnya bisa berubah. Jadi, mereka memintaperusahaan mempertimbangkan pemberian lisensi Android kepada vendor ponsel.