Startup Kita: 3 Cara Bangun Relasi Bisnis

Ilustrasi relasi bisnis (Flaticon.com)
28 Juli 2018 20:40 WIB IDSF Solo Teknologi Share :

StartupKita merupakan hasil kerja sama Solopos.com dengan Indonesia Start Up Founder (IDSF) Chapter Solo. IDSF Solo merupakan komunitas yang beranggotakan pegiat start up di wilayah Soloraya.

Solopos.com, SOLO -- Relasi ? Seberapa pentingkah? Dalam pengalaman saya berjejaring offline maupun online, relasi merupakan salah satu faktor utama yang bisa digunakan untuk memajukan bisnis.

Relasi bisa mempercepat bisnis kita dikenal oleh target market. Misalnya saya punya relasi di Jakarta dan Bandung. Relasi saya memiliki teman- teman yang ternyata, temannya merupakan target market dari bisnis saya, dengan begitu maka saya terbantu dalam hal marketing lewat relasi saya tadi.

Relasi merupakan investasi yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang ingin berbisnis, entah itu bisnis konvensional atau bisnis digital. Dengan adanya relasi bisnis, secara tidak langsung kita bakal dimudahkan dalam hal marketing nantinya.

Nah berikut ini ada tiga cara yang bisa dilakukan dalam membangun relasi bisnis:

1. Bergabung dalam komunitas offline maupun online
Dengan bergabung dalam suatu komunitas, kita bisa mendapatkan relasi bisnis. Tapi sesuaikan komunitas dengan kebutuhan bisnis kita. Jangan karena kepengen banyak relasi, lantas semua komunitas mau diikuti, tidak begitu caranya. Ada tips untuk memilih komunitas yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kita.

a. Kita bisa memilih komunitas berdasarkan siapa target market bisnis kita. Misalnya bisnis anda bergerak di bidang mancing-memancing yang menjual segala kebutuhan memancing, berarti anda mesti bergabung dengan komunitas pancing. Dengan begitu maka anda sudah satu langkah lebih dekat dengan target market anda.

b. Kita juga bisa memilih komunitas berdasarkan core bisnis yang sama, jangan berpikir jika memiliki bisnis yang sama, lalu akan rebutan pelanggan. Buang jauh- jauh mindset itu. Gabung dengan komunitas yang sama dengan bisnis kita. Misalnya komunitas penyedia alat pancing. Dengan bergabung kesana, kita bisa mendapatkan tips, trik, dan sharing dari anggota komunitas penyedia alat pancing lainnya. Bisa makin tumbuh bisnis kita.

c. Agar bisnis kita lebih cepat berkembang, kita bisa mencoba 2 tips di atas, tentunya dengan catatan, tidak sembarang dalam memilih komunitas. Kita harus melihat komunitas yang kita ikuti tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita atau tidak.

Salah satu caranya bisa menanyakan pada anggota komunitas tersebut mengenai kesan-kesannya setelah bergabung dalam komunitas tersebut. Jika memang baik, kenapa tidak dicoba bergabung dulu.

2. Mengikuti berbagai event
Tidak sembarang event bisa kita ikuti, ada tips mengenai memilih event yang wajib anda tahu. Nantikan diartikel selanjutnya. Tidak sembarang event bisa kita ikuti, ada tips mengenai pemilihan event yang wajib kita tahu .

a. Sesuaikan event yang anda ikuti dengan target market anda. Misalnya ada event mengenai bazar khusus kuliner, dan bisnis anda ternyata kuliner, anda bisa mencobanya. Selain untuk promosi, anda juga bisa meminta kritik dan saran dari pelanggan anda, dengan begitu bisnis kuliner anda bisa lebih baik lagi untuk cita rasa produk yang anda jual kedepannya.

b. Sesuaikan budget yang kita punya. Ketika event tersebut memang cocok dengan kita,tapi ternyata event tersebut harga tiket masuknya sampai belasan juta , maka kita harus buat prioritas untuk alokasi budget tersebut. Jika memang budget kita cukup untuk event tersebut, dan memang disana potensial untuk mencari relasi, silakan dicoba. Tapi jika ada yang lebih penting dari event tersebut, dahulukan yang penting dulu. Sebelum menyesal kemudian.

c. Mengikuti event berdasarkan referensi teman. Kita bisa menanyakan apakah event yang mau kita ikuti tersebut bagus atau tidak, jika testimonya dari beberpa teman kita mengatakan bagus,maka tidak ada salahnya dicoba selagi budgetnya ada. Jangan lupa siapkan kartu nama untuk memudahkan dalam berkenalan.

3. Membuat komunitas sendiri
Ketika kita belum menemukan komunitas yang cocok dengan bisnis kita, bisa mencoba membuat komunitas sendiri. Caranya ?

a. Ketika ingin membuat komunitas, Ajaklah 1 orang teman anda, yang memang memiliki visi yang sama dengan anda. Hal ini yang dulu saya lakukan ketika membangun komunitas ID StartupFounder. Dengan mengajak partner, anda bisa saling tukar pendapat dan saling semangat menyemangati.

b. Cobalah mulai dari hal yang simple. Seperti membuat nama komunitas, membuat logoya, dan setelah itu membuat komunitas online di grup WA dulu, lalu share link grup WA tersebut ke grup –grup WA yang memang setipe dengan komunitas anda. Jika ingin lebih enak dilihat linknya bisa memakai short link, seperti bitly, ini contohnya bit.ly/srikandifounder (ini salah satu komunitas oline terbaru khusus pebisnis perempuan yang sedang pengurus ID StartupFounder Solo rintis).

c. Ketika komunitas online anda sudah mulai ramai (tentunya karena isi chatnya berbobot), cobalah membuat event offlinenya. Ada beberapa tempat yang menyediakan tempat gratis, coworking space DILo Solo , dan tempat coworking space lainnya.

d. Ketika komunitas anda sudah mulai dikenal, ajaklah beberapa orang dikomunitas tersebut yang loyal untuk ikut menjadi pengurus. Dengan begitu anda memliki akar yang semakin kuat dalam kepengurusan.

Sudah lengkap penjelasannya ya. Jadi cepat-cepatlah temukan relasi anda, agar bisnis anda semakin berkembang dan maju. Berani memulai itu presentasenya, gagal 50 % : sukses 50 %. Sedangkan takut memulai presentasenya gagal 100 %, silahkan bisa memilih.

 Ditulis oleh : Bashid H. Purnomo, Pengurus ID StartupFounder Nasional (startupfounder.id ), Executive partner di micro.web.id , Pendiri studio desain Oemahsemar, email : bashidheryp@gmail.com