Twitter Rombak Aplikasi untuk Saring Hoaks

Ilustrasi penggunaan Twitter (Techradar.com)
17 Agustus 2018 19:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Ujaran kebencian dan berita palsu masih berseliweran di Twitter. Hal itu membuat CEO Twitter, Jack Dorsey, geram dan berencana melakukan perombakan fitur. Namun, rencana perombakan itu menuai protes dari sejumlah pengembang aplikasi pihak ketiga.

Dikutip dari The Verge, Kamis (16/8/2018), perombakan tersebut dapat menyaring informasi palsu yang meresahkan di lini masa. "Kami sedang bereksperimen menyaring informasi palsu. Sebab, belakangan banyak hoaks yang tersebar di lini masa dan membuat pengguna Twitter resah," kata Jack Dorsey.

Perombakan yang dilakukan Twitter membuat aplikasi pihak ketiga terpaksa menghilangkan sejumlah fitur. Salah satu pengembang aplikasi pihak ketiga Twitter, Tapbots, merilis versi baru yang diberi nama Tweetbot khusus untuk pengguna Ios. Aplikasi ini diprediksi bakal kehilangan sejumlah fitur akibat perombakan yang dilakukan Twitter.

Pengembang aplikasi Tapbots mengatakan, pihaknya dipaksa menghilangkan atau menurunkan fungsi dari sejumlah fitur oleh Twitter. Meski demikian, sejumlah pengembang aplikasi pihak ketiga lainnya menanggapi santai perubahan application program interface (API) dari Twitter. Mereka yakin perombakan itu tidak akan mengubah aplikasi secara drastis.

Efek dari perombakan API di Twitter itu adalah beranda akan disegarkan setiap satu atau dua menit sekali. Perombakan itu rencananya bakal rampung pada Kamis (23/8/2018) mendatang.