Google Luncurkan Fitur Khusus Perangi Konten Pornografi Anak

Ilustrasi pencarian di Google (Pictagram)
06 September 2018 23:05 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Google merilis fitur kecerdasan buatan alias artificial intellegence (AI) khusus untuk mengidentifikasi gambar tak pantas di Internet. Fitur yang diberi nama Google content safety API itu berguna mendeteksi konten pelecehan seksual anak lebih cepat.

Mesin pencari itu sengaja meluncurkan Google content safety API agar penyaringan konten bermuatan pelecehan seksual berlangsung lebih cepat. "Proses identifikasi yang lebih cepat membuat anak yang menjadi korban diketahui dan dilindungi secara lebih cepat," terang pihak Google seperti dikabarkan CNET, Rabu (5/9/2018).

Fitur tersebut merupakan salah satu cara Google memberantas konten pelecehan terhadap anak di Internet. Melalui fitur content safety API, Google mengklaim konten pornografi itu lebih banyak teridentifikasi, sampai 700 persen. Sejauh ini, penggunaan AI sedang meningkat di sektor industri teknologi.

"Dengan teknologi ini, identifikasi gambar bermuatan pornografi bisa dipercepat. Pada akhirnya, Internet bakal menjadi tempat yang lebih aman, khususnya untuk anak-anak," sambung pihak Google.

Teknologi Google content safety API mengandalkan deep neural network untuk melakukan identifikasi konten pornografi khususnya tentang pelecehan seksual terhadap anak. Cara kerjanya mirip otak manusia, yakni dilatih mengidentifikasi konten tertentu yang dilarang tampil.

Sejauh ini, Google menyediakan fitur content safety API secara cuma-cuma untuk sejumlah rekan yang berupaya memerangi pornografi anak di Internet. Salah satunya adalah yayasan Internet Watch Foundation yang menyambut gembira fitur baru dari Google itu.

Tokopedia