Siapa Penguasa Pasar Smartphone Indonesia?

Xiaomi (Reuters)
07 September 2018 15:45 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA – Permintaan smartphone di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Menurut riset pasar IDC, pada kuartal kedua 2018, Samsung masih menjadi jawara.

"Xiaomi sebagai “kuda hitam” yang telah melewati berbagai tantangan pertumbuhan di masa lalu dan berhasil menduduki posisi kedua pengiriman smartphone terbesar di Indonesia," ujar Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Posisi Samsung menguasai pangsa pasar 27 persen, disusul Xiaomi dengan 25 persen, lalu Oppo dengan 18 persen, kemudian Vivo dengan 9 persen, menutup lima besar Advan dengan 6 persen.

Sementara itu, pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 9,4 juta unit pada Q2 2018, dengan pertumbuhan sebesar 22 persen dari kuartal sebelumnya dan 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Hal ini menjadikan pengiriman pada kuartal ini menjadi tertinggi di Indonesia.

Pencapaian tersebut disebabkan oleh besarnya pertumbuhan pengiriman smartphone Xiaomi -dari 3 persen pada Q2 2017 menjadi 25 persen pada Q2 2018.

Keberhasilan Xiaomi tersebut, menurut Febrian, dikarenakan strategi Xiaomi yang melakukan kegiatan pemasaran jauh lebih sederhana dari para kompetitornya, Oppo dan Vivo.

Xiaomi juga memberikan keuntungan yang lebih sedikit untuk mitra distribusinya, dan memberikan perangkat dengan rasio "price-to-spec" yang lebih kompetitif, sehingga memberikan konsumen "value-for-money" yang lebih baik.

"Dengan menerapkan strategi ini, Xiaomi berhasil memperoleh market share dan mind share yang signifikan," kata Febrian.

IDC memperkirakan Xiaomi akan terus menerapkan strategi ini dalam usahanya untuk meraih posisi teratas di pasar smartphone Indonesia.

Menurut Febrian, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Xiaomi, seperti kendala pasokan dan produk ilegal untuk beberapa model smartphone populernya, di mana hal tersebut memiliki dampak negatif terhadap harga dan permintaan di pasar lokal.

Tokopedia

Sumber : Antara