Membedah Jeroan Huawei Nova 3i

Huawei Nova 3i (YugaTech)
12 September 2018 09:20 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA – Huawei kembali meluncurkan ponser seri menengah, Nova 3i. Ponsel ini merupakan penerus Nova 2i yang diluncurkan Huawei pada November tahun lalu.

Dilansir Antara, Rabu (12/9/2018), Nova 3i memiliki desain lebih kekinian dengan tampilan layar Full View, disertai poni atau notch pada layar. Bezel yang ada pada Nova 3i jauh lebih tipis dari pendahulunya, ponsel tersebut juga memiliki desain poni atau notch. Hal ini nampaknya mengikuti tren saat ini di mana para vendor ramai-ramai menggulirkan smartphone dengan bezel tipis.

Dari segi kamera, Nova 3i juga dibekali empat kamera -kamera ganda depan dan belakang. Tak hanya itu, seperti produsen ponsel lain, kamera pada Nova 3i kini disertai peningkatan dalam pengalaman fotografi yang diperkuat teknologi kecerdasan buatan (AI).

Desain Huawei Nova 3i menggunakan layar FHD+ generasi terbaru, berukuran 6,3 inci (2340x1080) dan rasio 19.5:9. Angka-angka ini merupakan peningkatan dari pendahulunya -Nova 2i memiliki aspek rasio 18:9 dengan 2160x1080 piksel.

Pembaruan lainnya adalah reproduksi warna di mana generasi terbaru ini memiliki 85 persen gamut warna, lebih tinggi 10 persen ketimbang generasi sebelumnya.

Meski memiliki bodi yang terbilang besar, dengan ukuran 157,6 x 75,2 x 7,6 mm dan bobot 169 gram, perangkat ini masih nyaman digenggam dan digunakan dengan satu tangan.

Huawei nampaknya ingin membawa inovasi yang ada pada perangkat premiumnya pada ponsel mid-end. Adalah fitur gradasi warna yang sebelumnya ada di Huawei P20.

Pilihan warna gradasi Iris Purple dengan warna kontras seperti neon yang menyatu dihadirkan di nova 3i. Tampilan belakang nova 3i juga relatif simpel. Jika pendahulunya meletakkan kamera ganda pada bagian tengah, kamera ganda pada Nova 3i disematkan di ujung kiri atas dengan susunan secara vertikal bersama LED flash, mirip P20.

Masih di bagian belakang, Huawei menempatkan pemindai sidik jari di bagian tengah. Selain itu, terdapat pula tulisan “Huawei” dengan arah vertikal di sudut kiri bawah.

Di bagian samping kanan terdapat tombol volume dan tombol kunci, sedangkan pada samping kiri terdapat slot SIM card. Sementara itu, pada bagian bawah terdapat speaker, port audio jack 3.5mm dan port microUSB.

Software Huawei Nova 3i dibekali sistem operasi Android Oreo 8.1 yang dipasangkan dengan tampilan antarmuka EMUI 8.2.

Launcher bawaan Huawei tersebut terbilang simple tanpa banyak variasi yang biasanya justru hanya membebankan kinerja RAM. Perpindahan screen pun terasa cepat.

EMUI 8.2 menghadirkan beberapa aplikasi pre-instal, salah satunya yang menarik adalah Hi Care, yang merupakan aplikasi untuk layanan purna jual Huawei.

Ada pula aplikasi Party Mode yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan musik ke berbagai perangkat. Untuk mengaktifkan mode ini dibutuhkan izin akses ke ponsel, ruang penyimpanan, lokasi dan kamera.

Untuk keamanan, Huawei Nova 3i juga dilengkapi dengan teknologi pemindai wajah atau yang disebut Face Unlock. Fitur ini memindai wajah dan membuka kunci ponsel setelah mengidentifikasi fitur biologis wajah.

Saat Antara mencoba, fitur tersebut memiliki sensitivitas yang cukup baik. Sayangnya, untuk melakukan pemindaian wajah, layar harus dinyalakan terlebih dahulu. Selain pemindai wajah, Nova 3i juta dilengkapi pemindai sidik jari.

Hardware Huawei nova 3i dipersenjatai prosesor Kirin 710 yang merupakan chipset pertama Huawei yang dibuat dengan teknologi 12nm.

Dari segi performa CPU, chipset ini disebut-sebut memiliki kemampuan mirip dengan chipset Kirin 970 yang disematkan pada ponsel unggulan Huawei, P20 Pro.

Jika dibandingkan dengan pendahulunya, Kirin 710 menawarkan peningkatan 75 persen single-core dan 68 persen multi-core dibanding Kirin 659.

Namun, untuk urusan grafis, dikatakan bahwa GPU Kirin 710 hanya 1,5 kali lebih baik dari Kirin 659, yang berarti bahwa ini tidak jauh lebih baik dari chipset seri menengah terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 636.

Untungnya untuk mendukung game, Huawei manambahkan GPU Turbo dalam Nova 3i, serta RAM 4GB dan storage 128GB. GPU Turbo adalah teknologi pengakselerasi pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level sistem.

Berdasarkan benchmark tes PCMark for Android, performa Huawei Nova 3i diberi nilai 6908. Sebagai perbandingan, Xiaomi Redmi Note 5 yang dibekali dengan Snapdragon 636 mengantongi nilai 6006.

Sementara itu, tes Antutu Benchmark untuk Huawei Nova 3i menunjukkan skor 139350, yang jauh lebih tinggi dari Xiaomi Redmi Note 5.

Dalam hal kinerja baterai, berbekal 3.340mAh, hasil pengujian kinerja baterai pada PCMark for Android menunjukkan bahwa Huawei Nova 3i mampu berjalan selama 9 jam 24 menit.

Sebagai informasi, aplikasi benchmark PCMark mengukur performa smartphone lewat pengujian yang berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan pemakai, sebutlah mengetik, menjelajah di internet, atau pun penyuntingan video.

Sementara, Antutu menguji beberapa hal antara lain 3D, User Experience (UX), CPU, GPU dan RAM.

Menariknya, Huawei nova 3i dilengkapi dengan kamera ganda di depan dengan kombinasi sensor utama 24MP dan sebuah sensor 2MP. Konfigurasi ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pendahulunya yang hanya 13MP dan 2MP.

Lensa utama bertugas merekam detail dengan lensa lebar yang memiliki bukaan atau aperture f/2.0, sementara lensa kedua 2MP merekam data kedalaman dengan hardware pendeteksi kedalaman yang didedikasikan, yang jika digabungkan akan menghasilkan efek bokeh.

Untuk menggunakan fitur ini, hanya perlu memilih mode "Potrait" dan mengarahkan kamera ke bagian depan. Hasil tangkapan bisa dibilang cukup baik, apalagi jika pengambilan gambar dilakukan dalam keadaan cahaya yang cukup terang.

Meski demikian, efek bokeh yang dihasilkan terasa kurang natural. Hal ini berbeda dari efek bokeh yang dihasilkan dari kamera belakang.

Huawei nova 3i dilengkapi dengan kamera belakang yang mengkombinasikan sensor utama 16MP dan sensor kedua 2MP. Kombinasi ini dapat memotret foto dan video sambil merekam data kedalaman untuk menciptakan efek bokeh profesional.

Hasil tangkapan gambar pada mode Potrait kamera belakang bisa dibilang lebih baik dari kamera depan -menyerupai kamera DSLR. Transisi antara objek dan latar sangat mulus dan rapi, sehingga efek bokeh terasa natural.

Sementara itu, hasil kamera depan dan belakang secara umum -- tanpa menggunakan mode Potrait, sangat baik. Terlebih, Huawei melengkapi kamera denagn 200 skenario dari delapan kategori, antara lain Blue Sky, Plant dan Beach.

Lebih jauh, kamera Huawei nova 3i juga mendukung pratinjau cuplikan HDR secara real-time -- terdapat opsi "HDR Pro" di bagian atas saat aplikasi kamera dibuka.

Tidak hanya itu, Huawei juga menanamkan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Nova 3i. Dengan pembelajaran mesin AI, Huawei Nova 3i mendukung 3D Qmoji yang akan mengubah wajah pengguna menjadi avatar digital. Fitur ini hadir dengan nama AR Lens.

Dengan fitur ini, nampaknya Huawei mengikuti tren yang kian marak diusung vendor smartphone. Fitur serupa dibawa Apple dengan nama Animation Emoji pada tahun lalu, yang kemudian juga disematkan Samsung dalam Galaxy S9 dengan nama AR Emoji pada awal tahun ini.

Selain 3D Qmoji, AR Lens pada Huawei Nova 3i membawa tiga macam fitur lainnya, yaitu Effects yang menghadirkan bermacam efek filter foto, Backgrounds dengan efek AI pada latar foto dan 3D Effects yang menghadirkan animasi dalam foto layaknya game Pokemon.

Satu lagi yang membuat ponsel ini kekinian adalah fitur perekaman video gerak super lambat 480fps, yang dapat memperlambat momen-momen penuh kecepatan.

Tokopedia

Sumber : Antara