Siap-Siap, Pelanggan Windows 7 Bakal Kena Biaya Bulanan

Logo Windows 7 (Youtube)
12 September 2018 17:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Pengguna Windows 7 tercatat masih mendominasi. Meski saat ini komputer terbaru sudah menjalankan Windows 8 dan 10. Namun, sampai saat ini tercatat ada 40 persen komputer yang menjalankan sistem operasi Windows 7.

Nah, bagi pengguna Windows 7 harus siap-siap mendengar kabar buruk. Sebab, masa gratis Windows 7 segera berakhir. Microsoft mengumumkan bakal menarik biaya tambahan bulanan bagi pengguna Windows 7 yang ingin tetap mendapat dukungan keamanan. Tenang, biaya keamanan bulanan Windows 7 mulai berlaku pada 14 Januari 2020 mendatang.

"Hari ini kami mengumumkan pemberlakukan biaya untuk perpanjangan pembaruan keamanan (ESU) hingga Januari 2023," demikian keterangan yang disampaikan Microsoft seperti dikutip dari NDTV, Rabu (12/9/2018).

Artinya, setelah Januari 2023 pengguna Windows 7 harus beralih ke Windows 8 atau 10 jika ingin data tetap terlindungi pembaruan keamanan. Nantinya, ESU akan dijual pe perangkat dan harganya bakal terus meningkat dari tahun ke tahun. Sayang, Microsoft belum menyebutkan besaran biaya yang dibebankan kepada konsumen.

Pelanggan yang memperpanjang pembaruan keamanan tetap bisa menggunakan Office 365 Pro Plus. Perlu dicatat, penawaran ESU hanya berlaku bagi pengguna Windows 7 Pro dan Windows 7 Enterprise milik pelanggan bisnis saja. Jadi, pengguna Windows 7 Home kemungkinan tidak akan mendapat pembaruan keamanan.

Microsoft berjanji semua aplikasi yang berjalan di Windows 7 bisa dipakai di Windows 10 dan peningkatan selanjutnya. Dengan demikian, pelanggan bisnis tidak akan kerepotan jika ingin beralih ke Windows 8 atau 10.