Google Tarik Biaya Rp607.000 Per Ponsel

Ilustrasi logo Google (Firstpost)
22 Oktober 2018 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Google berencana menarik biaya kepada perusahaan ponsel pintar sekitar US$40 atau Rp607.000 untuk setiap perangkat yang menggunakan aplikasi mereka. Biaya ini ditarik terkait protes Uni Eropa yang menyebut Google mendominasi industri teknologi smartphone dunia.

Diwartakan Reuters, Minggu (21/10/2018), besaran biaya tersebut nantinya bergantung harga pasaran perangkat yang dijual di setiap negara Eropa. Kebijakan itu bakal diterapkan mulai 29 Oktober 2018. Jadi, setiap vendor ponsel yang menggunakan aplikasi Google harus membayar biaya lisensi tersebut. Adapun aplikasi Google itu adalah Google Play, Gmail, hingga Google Maps.

Google mengambil kebijakan tersebut setelah didenda sekitar US$5 miliar oleh Uni Eropa pada Juli 2018 lalu. Denda itu dijatuhkan karena Google dianggap melakukan monopoli. Dengan kebijakan tersebut, semestinya pesaing Google seperti Microsoft dapat memasukkan aplikasi mereka ke smartphone yang beredar di pasaran.

Sebelumnya, Google merangkai 11 aplikasi yang harus dipasang di ponsel Android jika ingin memakai lisensi Play Store. Namun, praktik tersebut dinilai melemahkan daya saing. Jadi, Google kemudian berupaya menjual lisensi berbeda untuk Search, Chrome, Maps, Gmail, dan Docs.

"Pra-instalasi Google Search dan Chrome bersama dengan aplikasi lain telah membantu mendanai pengembangan distribusi Android. Sekarang, kami akan memperkenalkan lisensi berbayar baru untuk smartphone dan tablet yang dijual ke kawasan Eropa," kata Vice Preseident of Platforms Google, Hiroshi Lockheimer.