PPLH LPPM UNS Kembangkan Ekstrak Janggelan Instan

Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mempraktikkan pembuatan tepung janggelan menggunakan teknologi penepung tepat guna, Senin (15/10/18) di Desa Temboro, Karangtengah, Wonogiri. (Istimewa - PPLH UNS)
30 November 2018 05:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO -- Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPLH LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengadakan program pemberdayaan petani janggelan di Desa Temboro, Karangtengah, Wonogiri.

Janggelan dipilih karena tanaman ini ternyata bernilai ekonomi sangat tinggi. Menurut ketua pelaksana kegiatan, A. Eko Setyanto, pengabdian terkait masuk dalam Skim Program Penerapan Teknologi Tepat Guna yang didanai Kementerian Ristekdikti tahun anggaran 2018.

“Tanaman janggelan bisa dibuat menjadi agar-agar atau cincau. Pada pengabdian ini diberikan hibah teknologi tepat guna berupa satu mesin pengepres daun Janggelan dengan kapasitas 40 bal sehari, satu set mesin pembuat tepung Janggelan dan sarana prasarana lainnya untuk proses pembuatan ekstrak Janggelan instan,” kata dia di Kampus UNS Solo, Kamis (29/11/18), dikutip Solopos.com dari rilis.

Menurut Eko, pihaknya memotivasi masyarakat agar melakukan inovasi dan diversifikasi usaha janggelan. Caranya dengan mengolah daun janggelan kering menjadi produk ekstrak janggelan instan agar bisa menembus pasar luar negeri. Selama ini, sambungnya, petani tanaman janggelan Desa Temboro hanya menjual daun janggelan kering kepada pengepul.

Dengan penerapan teknologi tepat guna pengepresan daun janggelan, Eko berharap mampu meningkatkan kapasitas produksi pengepakan yang akan diekspor dari 1,6 ton menjadi 3,2 ton. Harga jual daun janggelan kering saat ini antara Rp10.000/kg - Rp12.000/kg.

“Setelah diolah menggunakan inovasi teknologi menjadi ekstrak janggelan instan, maka harga jualnya naik Rp60.000/kg - Rp70.000/kg. Produksi ini juga bisa menjadi peluang usaha baru bagi petani Desa Temboro untuk menjadi wirausaha ekstrak janggelan instan,” ungkapnya.

Pemberdayaan petani janggelan ini, UNS bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Pemkab Wonogiri dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan selama 3 bulan yakni September-November 2018 itu terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.