Dianggap Aplikasi Alay, Begini Tanggapan Pihak Tik Tok?

Aplikasi Tik Tok (Itunes)
18 Desember 2018 12:00 WIB Newswire Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA – Sebagian orang menyebut Tik Tok adalah aplikasi alay. Anggapan ini muncul karena rata-rata pengguna yang masih remaja sering mengunggah konten berupa video lipsync ataupun dubbing. Padahal, platform ini bisa juga digunakan untuk hal lain seperti promosi.

Dina Bhirawa, Head of Marketing Tiktok Indonesia mengatakan pihaknya sedang gencar mengkampanyekan Tiktok tidak hanya untuk membuat video iseng-iseng. Tiktok juga bisa berfungsi sebagai sarana yang mengedukasi sekaligus menyebarkan informasi.

"Kami pernah kerja sama dengan Smart City. Kami edukasi pemerintah bagaimana caranya menggunakan Tik Tok di kota mereka. Mereka harus mencoba menemukan cara baru buat promo kota mereka. Karena anak sekarang enggak baca koran. Salah satu caranya kita bikin video tentang kota Palembang. Kita bikin dengan cara milenial," ujar Dina dalam peluncuran TikTok Year in Rewind 2018 di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Selain itu, Tiktok juga menjalin kerjasama dengan para selebritas dan influencer untuk mempromosikan yang terbaru dari mereka, salah satunya adalah Agnez Mo. Ia merilis lagu Overdose melalui Tik Tok.

"Bukan lagi di radio-radio serentak, tapi di Tik Tok. Di Tik Tok lebih bisa berinteraksi, kalau di radio kan cuma mendengarkan. Kalau di Tik Tok bisa sambil dance bareng, ada komunikasi yang terjadi dua arah. Agnez kemarin pun sangat senang karena bisa melihat langsung reaksi penggemar," jelas Dina.

Dina mengaku ingin Tik Tok lebih bermanfaat untuk masyarakat sehingga nantinya tidak lagi dipandang sebagai aplikasi alay dan sebelah mata.

"Tik Tok ingin memberikan arahan bagaimana menggunakan konten yang baik. Agar yang punya Tik Tok memiliki kewajiban untuk memberikan yang baik agar mendatangkan manfaat," kata Dina.

Sumber : Antara