SOLOPOS.COM - Proses pembuatan mesin sortir lobster. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Tim mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil mengembangkan mesin penyortir lobster.

Alat ini menggunakan sistem kontrol arduino dan konveyor yang bertujuan meningkatkan produktivitas sentra budidaya lobster air tawar di Klaten.

Promosi Banjir Kiper Asing Liga 1 Menjepit Potensi Lokal

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penerapan Iptek (PI) ini bernama M-Sorter. Beranggotakan empat mahasiswa PTM, tim ini diketuai oleh Imam Ahmad Nuh. Terdapat tiga orang anggota yaitu Adnan Rizky Fauzi, Imron Fahrudin, dan Qoimam Bilqisthi. Dr. Eng. Ir Herman Saputro, M.Pd.,M.T., menjadi dosen pembimbing tim ini.

Judul PKM tersebut adalah “Mesin Penyortir Lobster Air Tawar dengan Load Cell Sensor Berbasis Arduino Guna Meningkatkan Produktivitas UMKM Jarigu Farm di Klaten”.

Inspirasi pembuatan mesin sortir lobster dimulai dari melihat pengaplikasian teknologi otomasi pada sektor peternakan. Perkembangan teknologi ini cukup maju dan sudah diterapkan China yang memiliki tingkat konsumsi lobster yang sangat besar. Melihat bahwa teknologi otomasi masih belum banyak dikembangkan oleh sektor peternakan dalam negeri, maka pembuatan mesin ini mulai diinisiasi.

Mesin sortir berperan penting dalam proses klasifikasi suatu produk. Kinerja alat ini berbasis pada suatu parameter tertentu. Parameter yang digunakan pada mesin ini berdasarkan berat lobster yang menggunakan sensor berat atau Load Cell pada mesin sortir.

Sensor tersebut dikendalikan oleh microcontroller berupa arduino yang kemudian digerakan dengan servo untuk memilah lobster sesuai dengan beratnya.

Mesin penyortir menggunakan kompartemen sistem kontrol otomatis. Sistem kontrol otomatis dapat menggunakan mikrokontroler berbasis Arduino Uno R3. Lobster ditaruh pada timbangan sensor berat yang kemudian data akan dibaca oleh arduino.

Selanjutnya lobster digeser ke konveyor oleh servo 1. Kemudian lobster akan disortir oleh servo 2 atau 3 sesuai dengan berat yang telah terdeteksi oleh load cell.

“Dengan adanya mesin ini proses penyortiran tiga kali lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan mesin sortir 1 kg lobster (20 ekor) membutuhkan waktu 1 menit, sedangkan cara manual 1 kg lobster butuh waktu 3-4 menit,” terang Imam dalam siaran pers kampus, Jumat (3/11/2023).

Perencanaan awal dari pembangunan mesin ini adalah proses desain dan penggunaan bahan yang akan digunakan. Keunggulan desain yang ditawarkan adalah memiliki ergonomic yang baik dan dapat digunakan dengan efisien. Dari proses desain, dilakukan simulasi dan asesmen mengenai bagaimana beban bekerja dan kalkulasi efisiensi serta biaya mesin, sehingga mesin dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan mitra.

Selang 3 bulan proses produksi dan fabrikasi, mesin telah siap digunakan. Mesin dikirimkan menuju mitra dan dilakukan proses uji coba untuk mendapatkan data jumlah dan waktu yang dibutuhkan. Dengan begitu dapat dilakukan perbandingan efisiensi sebelum dan sesudah menggunakan mesin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya